Cerita Perubahan

Written by Sabtu, 19 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Sebuah cerita, YS adalah seorang perempuan berusia 19 tahun yang sedang gundah gulana setelah melihat hasil positif di tes kehamilannya. Dia sudah menyadari ada keanehan tubuhnya, menduga dirinya hamil dan hal itu terbukti. Akhirnya, YS melapor ke pacarnya jika dia sedang mengandung , AB pacarnya, terkejut tak percaya. AB berkata dia tidak siap menjadi ayah lantaran mereka masih kuliah, kebutuhan finansial saja masih ditanggung orangtua, lagipula dia masih terlalu muda untuk menjadi ayah. YS menjadi ragu, dia juga takut dan malu, takut membayangkan reaksi orangtuanya dan orang lain jika tahu dia hamil. Orang-orang akan menganggapnya bukan perempuan baik-baik.    AB kemudian berjanji bertanggung jawab, YS mempercayainya, namun selama seminggu AB menghilang. YS panik dan stress, dia berusaha menghilangkan janin di perutnya dengan cara meminum teh pelangsing, soda dan nanas muda yang dipercaya dapat mengugurkan…
Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Seringkali kita heran mengapa seorang perempuan yang menjadi penyintas dalam hubungan kekerasan baik dalam pernikahan, pacaran atau pun keluarganya, memutuskan kembali lagi bersama pelaku. Orang-orang sekitar seringkali berusaha mencegahnya untuk kembali pada pasangannya, meski dia sadar hubungan tersebut merugikannya, dia tetap menjalin kembali hubungan yang sudah dia tinggalkan sebelumnya. Fenomena inilah yang disebut oleh Dutton dan Painter (1981) sebagai traumatic bonding atau ikatan trauma. Ikatan trauma inilah yang menjelaskan mengapa penyintas wanita dalam hubungan kekerasan kembali lagi pada pasangannya yang sudah dia tinggalkan. Ikatan (bonding) menurut Selye (2008) adalah proses biologis dan emosional yang membuat orang merasa memiliki ikatan sehingga membuatnya menjadi orang penting dalam hidupnya dari waktu ke waktu. Tidak seperti perasaan cinta ataupun rasa hormat, kepercayaan, ikatan ini bukanlah sesuatu yang bisa hilang. Ikatan bisa terjadi pada siapa saja pada sahabat,…
Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Bijak Bersosial MediaOleh : Ratnasari NugraheniE-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Apakah kalian pengguna aktif twitter, facebook, atau media sosial lainnya? Suka update status yang bernada menyindir, mengejek atau marah? Era virtual dan kecanggihan dunia cyber menjadikan media sosial makin populer. Saat ini, media sosial menjadi salah satu media terfavorit para remaja untuk mengungkapkan emosi secara verbal. Jika dulu aksi coret-coret tembok yang digunakan untuk mengungkapkan emosi, sekarang para remaja mulai beralih ke media sosial internet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Sandi negara (STSN) Indonesia bekerjasama dengan Yahoo, 64% remaja usia 15-19 tahun mendominasi penggunaaan internet di Indonesia. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh PeerReach pada tahun 2013 lalu mencatat bahwa Indonesia menempati urutan kedua untuk pengguna aktif twitter. Kemudian, untuk pengguna aktif facebook, Indonesia menempati peringkat ketiga. Diketahui pula bahwa pengguna aktif media sosial di Indonesia mayoritasnya adalah kalangan remaja.…
Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Ratnasari NugraheniE-Mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Komunikasi adalah hubungan dua arah yang dilakukan untuk memahami pikiran-pikiran orang lain. Komunikasi yang tidak baik akan menimbulkan kesalahpahaman dengan lawan bicara. Pada era yang serba canggih dan modern, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan baik, salah satunya melalui media sosial ataupun media elektronik. Akan tetapi, kecanggihan zaman saat ini sering kali menjadi pemicu komunikasi yang tidak baik antara remaja dengan orang tua. Kesibukan orang tua dan ketidakpedulian remaja lebih memicu permasalahan antara remaja dengan orang tua. World Health Organization (WHO) mendefinisikan remaja adalah anak-anak yang berusia 10-24 tahun. Pada tahap ini, anak tumbuh menjadi seorang remaja yang sedang dalam proses berkembang. Masa ini adalah masa peralihan seorang anak menuju masa dewasa. Perkembangan emosi yang masih belum stabil dan sikap ego yang tinggi membuat para remaja membutuhkan dampingan khusus. Pada tahap…
Written by Selasa, 08 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Pengumuman hasil ujian merupakan suatu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa. Perjuangan selama beberapa hari mengikuti ujian sebagai penentu kelulusan dijadikan sebuah pencapaian prestasi yang dikerjakan selama 3 tahun sekolah. Tidak dipungkuri setiap hasil UAN diumumkan selalu ada euphoria yang dilakukan siswa, apalagi tindakan mengacu pada hal negatif seperti mencoret baju, konvoi dijalanan dengan motor, melakukan kegiatan onar bahkan anarkis yang meresahkan masyarakat.  Menurut Ryan Sugiarto, pengamat pendidikan menyebutkan aksi coret mencoret seragam yang dilakukan oleh siswa adalah hal biasa. Permasalahan yang terjadi adalah ketika aksi euforia pasca ujian itu menganggu  masyarakat dengan aksi anarkis.     Memang aksi euforia pasca ujian yang dilakukan siswa di Yogyakarta tidak separah di Jakarta. Di Jakarta sempat terjadi tawuran antar dua belah pihak sekolah disebabkan aksi kelulusan. Euforia pasca ujian di Yogyakarta cenderung aman, hal ini terkait…
41095449
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2390
26345
13435
172901
41095449