Memaknai Kata Emansipasi Perempuan

Written by  Kamis, 24 April 2014 01:55

Oleh : Diana Putri Arini
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.21 April merupakan hari nasional Indonesia untuk memperingati R.A. Kartini, seorang perempuan kelahiran Jepara yang dianggap pelopor gerakan emansipasi perempuan. Nama Kartini bukan hanya dijadikan hari nasional, melainkan juga menjadi lagu. Disana kemudian timbul pro dan kontra dari masyarakat sendiri, mengapa harus Kartini? Kenyataannya sebelum Kartini sudah ada pahlawan perempuan lainnya dari tanah luar Jawa yang sudah melakukan pelopor gerakan perempuan. Sebutlah Cut Nyak Dien dari Aceh yang mengusir Portugis dari tanah Aceh atau Christina Marta Tiahahu dari Maluku yang berupaya melakukan penyerangan terhadap Portugis. Memang sejarah Indonesia terkesan Jawa-sentris dengan sendirinya menganggap remeh fakta-fakta di luar Jawa.  

Jika Kartini pada tahun tersebut baru bisa berdiskusi, mempunyai visi besar, surat-menyurat dengan teman-temannya di Belanda dalam rangka memperluas wawasannya, dan mengajar di kediamannya. Maka Laksamana Malahayati, para perempuan Aceh sudah melakukan penyerangan terhadap bangsa penjajah. Menurut Hamka (1996) di seluruh tanah air kita, hanya di Aceh pakaian asli perempuan memakai celana. Sebab mereka turut aktif dalam perang, mereka menyediakan makanan, membantu di garis belakang dan pergi ke medan perang mengobati yang luka. Dari pendapat Hamka, dapat kita ambil kesimpulan bahwa ruang gerak perempuan-perempuan Aceh sangat luas, tidak berbeda dengan kaum lelaki, hal inilah yang mempengaruhi cara berpakaian mereka.

Kartini berasal dari priyayi Jawa yang hidup dalam kultur keraton Jawa yang menganggap perempuan hanya pantas untuk tiga tempat yaitu : dapur, sumur dan kasur. Dalam kultur yang memisahkan peran kaum perempuan dan laki-laki, Kartini memberontak budaya yang mengekangnya saat itu.  Di zaman tersebut, Kartini beranggapan bahwa perempuan juga berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama seperti kaum laki-laki. Sayangnya, banyak anggapan salah mengenai makna emansipasi perempuan yang disebut Kartini. Suatu kesalahan keliru jika menganggap Kartini mencita-citakan persamaan antara perempuan dan laki-laki seperti paradigma Barat.
 

Dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menuliskan pendidikan bagi perempuan  bukan upaya untuk bersaing dengan kaum lelaki, namun pendidikan adalah upaya agar perempuan bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. Karena anak-anak yang baik dan berkualitas hanya terlahir dari ibu-ibu terdidik, bukan ibu yang bodoh. Memaknai emansipasi perempuan bukan dengan mengadakan kontes kencantikan, kontes memasak, kontes berhias seperti ratu sejagad dan lainnya. Jika Kartini hidup di zaman sekarang dan melihat bagaimana hari Kartini diperingatkan dengan kontes kecantikan, dia akan mengkritik dengan keras pemaknaan emansipasi perempuan.

Kontes kecantikan, memasak, memakai kebaya hanya akan memisahkan garis besar antara peran lelaki dan perempuan sendiri. Seolah mengatakan hari Kartini hanya untuk perempuan. Dalam perjuangan Kartini untuk membuka wawasan kaumnya, tidak terlepas dari peranan suaminya yang membantu secara materill dan kongkrit terhadap perjuangannya seperti menyediakan ruangan untuk Kartini mengajar, mengizinkan Kartini untuk memperluas gerak ruangnya tidak hanya dirumah. Memaknai hari Kartini adalah lepas dari kegelapan, kegelapan yang dimaksud adalah kebodohan dan rasa tidak tahu. Sambut hari terang dengan pengetahuan dan ilmu bermanfaat untuk kita sendiri, orang-orang disekitar kita dan generasi setelah kita.

Refrensi :

Hamka.1996. Peradaban Lama. Jakarta : Pustaka Panjimas
Prianaderi.2012.Emansipasi Wanita di Era Globalisasi.     http://prianaderi.wordpress.com/2012/05/29/emansipasi-wanita-di-era-globalisasi. diakses tanggal 22 April 2014 jam 19.00

Read 2387 times
43679385
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2234
2234
20082
221312
43679385