Cerita Perubahan

Written by Rabu, 02 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh: Ani Rufaidaemail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Pernikahan dini, bukan cintanya yang terlarang Hanya waktu saja belum tepat Merasakan semua…….. Demikianlah salah satu penggalan bait lagu “pernikahan dini” yang pernah dipopulerkan oleh Agnes Monica beberapa tahun lalu. Lagu ini tepat menggambarkan situasi perkawinan yang dilakukan oleh kaum remaja yang kebanyakan masuk katagori anak-anak. Hal itu terjadi pada usia remaja SMP maupun SMK berkisar antara umur 14-19 tahun. Inilah sepenggal relitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Berdasarkan data pengadilan agama (PA) Gunungkidul, angka pernikahan dini terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat sejak 2009 lalu, waktu itu kasus pengajuan dispensasi pernikahan 60 kasus, tapi diakhir 2013 meningkat dua kali lipat menjadi 161 kasus pernikahan dini. UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan usia minimum untuk menikah adalah 19 tahun (laki-laki) dan 16 tahun (perempuan), tetapi kategori usia tersebut masih terlalu…
Written by Rabu, 07 Mei 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh: MegafirmawantiEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. May Day, begitu kira-kira sebutan setiap datangnya bulan Mei. Mengapa? mungkin karena pada bulan itu ada beberapa hari yang dianggap istimewa bagi sebagian kalangan. Ya, sebagian kalangan saja, karena rupanya tidak semua kalangan mengindahkan datangnya hari itu. Hari buruh sedunia, tepat pada tanggal 1 Mei, tahun ini jatuh pada hari Kamis. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Buruh Internasional itu selalu mendapat protes dari masyarakat kalangan elit. Tentu saja protes itu mengalir deras, karena pada hari itu, para Buruh, Aktivis, dan siapa saja yang masih mau memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan turun ke jalan walau panas menghampiri. Tak lain, hanyalah untuk menyuarakan bahwa masih banyak saudara-saudara di belahan dunia, pun Indonesia, yang tidak mendapatkan haknya sebagai manusia. Perempuan, adalah satu entitas yang terkena dampak diskriminasi tersebut. Masih saja perempuan diberikan upah yang lebih rendah daripada laki-laki. Tak hanya itu, perempuan…
Written by Kamis, 24 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Kasus pelecehan siswa TK yang bersekolah di Jakarta International School  menjadi perhatian publik akhir-akhir ini.  Publik menjadi heran bagaimana mungkin sekolah yang bertaraf internasional dengan pengamanan ketat yang diawasi sekitar 3600 kamera cctv bisa menjadi tempat kejadian perkara pelecehan seksual. Ternyata 3600 kamera cctv itu tidak ada satupun yang diletakkan di pintu toilet atau koridor mengarah ke toilet. Hal inilah dijadikan titik buta (blind spot) pelaku untuk melakukan aksinya. Korbannya seorang anak TK berusia 5 tahun yang dilecehkan oleh 2 orang petugas kebersihan di dalam toilet. Ibu si anak TK menyadari keanehan anak ketika anaknya menginggau dalam tidurnya, tidak berani ke toilet dan kembali mengompol. Sang anak tidak menceritakan kejadian tersebut sampai akhirnya guru sekolahnya menggunakan suatu cara khusus agar anak bercerita. Pengakuan si anak mengejutkan semua pihak baik orangtua, guru, masyarakat. Publik…
Written by Kamis, 24 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  21 April merupakan hari nasional Indonesia untuk memperingati R.A. Kartini, seorang perempuan kelahiran Jepara yang dianggap pelopor gerakan emansipasi perempuan. Nama Kartini bukan hanya dijadikan hari nasional, melainkan juga menjadi lagu. Disana kemudian timbul pro dan kontra dari masyarakat sendiri, mengapa harus Kartini? Kenyataannya sebelum Kartini sudah ada pahlawan perempuan lainnya dari tanah luar Jawa yang sudah melakukan pelopor gerakan perempuan. Sebutlah Cut Nyak Dien dari Aceh yang mengusir Portugis dari tanah Aceh atau Christina Marta Tiahahu dari Maluku yang berupaya melakukan penyerangan terhadap Portugis. Memang sejarah Indonesia terkesan Jawa-sentris dengan sendirinya menganggap remeh fakta-fakta di luar Jawa.   Jika Kartini pada tahun tersebut baru bisa berdiskusi, mempunyai visi besar, surat-menyurat dengan teman-temannya di Belanda dalam rangka memperluas wawasannya, dan mengajar di kediamannya. Maka Laksamana Malahayati, para perempuan Aceh sudah melakukan penyerangan terhadap bangsa…
Written by Selasa, 22 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Ratnasari NugraheniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Seratus tiga puluh lima tahun silam di Jepara, Jawa Tengah, lahirlah seorang perempuan yang diberi nama Raden Ajeng Kartini. Tanggal kelahirannya, yakni 21 April menjadi momentum emansipasi terhadap kaum perempuan. Pendidikan menjadi poros utama yang diperjuangkan Kartini di eranya, di mana waktu itu perempuan tidak diperbolehkan untuk mengenyam bangku pendidikan. Lalu bagaimana dengan perjuangan perempuan masa kini, terlebih para remaja? Kini, peringatan hari perjuangan perempuan Indonesia dirayakan dalam balutan berbagai kegiatan dan perlombaan. Secara umum, hal-hal tersebut selalu saja sama dari tahun ke tahun, yakni dengan penggunaan kebaya dan lomba memasak di sekolah-sekolah. Keidentikan peringatan Kartini tersebut patut dicermati kembali, di mana kegiatan-kegiatan tersebut masih mencerminkan penggambaran perempuan dalam budaya partriarkal. Perempuan masih diidentikkan dengan pakaiannya (penggunaan kebaya) dan tugasnya di dapur (lomba memasak). Sejak dini melalui sekolah dan lingkungan, perempuan masih ditanamkan pada…
41095649
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2590
26545
13635
172901
41095649