Cerita Perubahan

Written by Rabu, 08 Maret 2017 Published in Cerita Perubahan
Tiada henti, badai derita menimpa rumah tanggaku hingga aku jungkir balik menyelesaikannya. Aku menikah dengannya pada tahun 2001. Sejak awal menikah, suamiku adalah seorang pecandu narkoba. Namun aku tetap mencintainya walau ia sempat masuk jeruji besi. Selepas ia keluar dari penjara, ia sudah tidak menafkahiku dan anak-anaknya secara layak sehingga aku nekad berdagang. Bahkan ia membatasiku dalam bergaul terutama setelah aku mempunyai handphone Android. Ia selalu cemburu padaku karena aku telah memiliki akun facebook dan aku suka aktif like-comment status fb teman-temanku. Dan suamiku menuduhku berselingkuh dengan teman-teman lamaku. Aku selalu berusaha coba jelaskan fakta sesungguhnya pada suami. Tapi ia tetap tidak percaya. Tiba-tiba, ia mau memaafkanku asal aku mau tidur bersamanya. Memang sudah kewajibanku untuk melayani suami dalam segala hal sepanjang itu adalah baik. Namun, dua hari setelah aku tidur bersamanya tiba-tiba keponakanku dari Jakarta mengirim pesan via WA…
Written by Selasa, 25 Oktober 2016 Published in Cerita Perubahan
Oleh: Claudia Rahmania Yusron, Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya Malang, Jurusan Hubungan Internasional    Di tengah-tengah terik matahari di kawasan Rifka Annisa Kompleks Jatimulyo Jambon, Yogyakarta. Seorang pria paruh baya bernama Sabar Riyadi mengenakan kaos abu-abu berkerah hitam, dengan bersahaja menyapa para staf dan manager Rifka Annisa WCC yang hilir mudik di dalam kantor. Ia merupakan pria kelahiran 46 tahun silam dan akrab dipanggil Sabar. Ayah dari tiga anak laki laki dari pernikahan dengan Retnowati Sri Mulatsih ini telah mengabdi di Rifka Annisa WCC selama 15 tahun. Sebelum berkecimpung di Rifka Annisa WCC, ia sempat bekerja di bidang survei pemetaan di PT. Brantas Abipraya. Namun, pada tahun 2001 terjadi PHK sepihak dan mengharuskannya untuk mencari lowongan pekerjaan baru. Berawal dari membaca Kedaulatan Rakyat tentang Konsultasi Rifka Annisa, Sabar mengetahui bahwa Rifka Annisa WCC sedang membutuhkan tenaga serabutan sebagai sistem pendukung, seperti…
Written by Senin, 13 Jun 2016 Published in Cerita Perubahan
Oleh: R. Andadari Raya Hanantari Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan ketidakadilan yang kerap terjadi pada Perempuan. Hal tersebut berdampak negatif secara mental, fisik, dan seksual terhadap Perempuan. Kasus-kasus KDRT yang selama ini muncul hanya merupakan sebagian sedikit dari banyaknya kasus yang ada. Di Indonesia, KDRT dianggap sebagai aib yang tidak boleh diketahui orang lain. Sehingga banyaknya korban yang tidak mengetahui dan tidak memahami tentang isu hukum mengenai KDRT. Hal ini berdampak pada sulitnya korban untuk menghentikan siklus konflik yang memicu KDRT. Buku Saku Informasi Hukum Bagi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga berhasil menjelaskan kepada pembaca mengenai berbagai bentuk KDRT, hak-hak korban, serta proses pengadilan atau litigasi untuk mengatasi masalah KDRT. Berdasarkan pasal 5 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, KDRT terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain kekerasan secara fisik, kekerasan secara psikis, dan kekerasan seksual, dan penelantaran. Buku ini…
Written by Jumat, 10 Jun 2016 Published in Cerita Perubahan
Oleh: R. Andadari Raya Hanantari Buku yang berjudul, ‘Membangun Keluarga Bahagia memberikan bimbingan kepada pasangan untuk membangun keluarga yang sehat dan bahagia melalui kerjasama dan tanggung jawab yang setara baik antara suami dan istri maupun calon suami dan calon istri. Bimbingan yang diberikan buku tersebut juga merupakan upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan membantu pasangan untuk mencari jalan keluar dari konflik yang dihadapi keluarganya. Salah satu poin penting dalam buku ini, untuk membangun keluarga bahagia, setiap anggota keluarga harus memahami hak atas kesehatan seksual dan reproduksinya. Contohnya adalah, hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksi, hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehiduan berkeluarga dan kehidupan reproduksi, hak atas kerahasiaan pribadi dengan kehidupan reproduksinya terkait dengan informasi pendidikan dan pelayanan, hak untuk bebas dari penganiyaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari pemerkosaan, kekerasan, penyiksaan, dan…
Written by Senin, 25 April 2016 Published in Cerita Perubahan
Widodo, begitu orang memanggilnya. Ia seorang Linmas di Desa Ngalang Gedangsari. Karena keaktifannya di bagian hukum ia diminta terlibat dalam sebuah forum penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (FPK2PA) di Desa Ngalang. Keterlibatannya di dalam forum ini juga berangkat dari keingintahuannya tentang Rifka Annisa. Rifka Annisa yang berarti teman perempuan, ia pahami juga sebagai teman laki-laki. Hal inilah yang membuat ia ingin mengenal lebih dekat tentang program Rifka Annisa baik tujuan sekaligus manfaat bagi dirinya. Sebagai laki-laki sekaligus ayah dari anak-anaknya, Widodo memahami bahwa dia dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungannya. Didikan orangtuanya pun sangat mempengaruhi perilakunya. Dulu ia berpikir bahwa laki-laki pencari nafkah utama, bekerja dan mengambil keputusan di dalam keluarga. Perempuan sebagai pendamping hidupnya dianggap hanya memiliki tugas-tugas di dalam rumah seperti sumur, kasur dan dapur. Pemahaman ini ia yakini sampai ia tumbuh dewasa dan menjadi seorang kepala…
34135456
Today
This Week
This Month
Last Month
All
4124
16106
72049
189698
34135456