Written by Administrator Rabu, 06 Februari 2019 Published in Berita
Kami sangat keberatan, menolak, dan terganggu dengan penggunaan diksi “damai” di berbagai media massa, sebab hal tersebut menjadi pemicu anggapan bahwa Agni menyerah dengan perjuangannya. Kemudian menegasikan tahapan demi tahapan perjuangan Agni mengusahakan kebenaran dan keadilan untuk dirinya, dan membuat capaian-capaian perubahan yang dibuat oleh Agni dan gerakannya selama hampir satu setengah tahun seolah tampak tak membuahkan hasil. Keyakinan kami bahwa kejadian yang dialami Agni adalah kekerasan seksual yaitu tindakan seksual yang dilakukan tanpa persetujuan dari korban kekerasan. Dalam proses pendampingan bagi perempuan penyintas kekerasan, kami mengedepankan prinsip-prinsip pendampingan seperti, keamanan dan keselamatan bagi perempuan penyintas, empowerment dan self determination/pengambilan keputusan…
Written by Administrator Selasa, 29 Januari 2019 Published in Berita
  Halo! Rifka Annisa sedang mencari Relawan Community Organizer (4 orang) dan Staf Community Organizer (1 orang) untuk berkegiatan di wilayah dampingan Rifka Annisa di Saptosari, Gunungkidul dan Pengasih, Kulon Progo. Kriteria yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: PERSYARATAN RELAWAN COMMUNITY ORGANIZER: Perempuan atau laki-laki, menikah atau tidak menikah Mahasiswa minimal semester 5, tidak sedang skripsi, atau fresh graduate dari jurusan ilmu-ilmu sosial-humaniora Tertarik dengan isu gender dan maskulinitas Tertarik untuk berkegiatan dengan masyarakat Tertarik dengan analisis sosial dan praktek pengembangan masyarakat. Komunikatif dan memiliki inisiatif tinggi Memiliki pengalaman berorganisasi dan terbiasa bekerja dalam tim Bersedia bekerja dengan mobilitas yang tinggi…
Written by Administrator Jumat, 11 Januari 2019 Published in Berita
  Yogyakarta – Rifka Annisa bersama Tim Kuasa Hukum Agni menggelar konferensi pers (10/1) terkait penanganan kasus kekerasan seksual yang menimpa Agni (bukan nama sebenarnya-red), mahasiswi Universitas Gadjah Mada, pada tahun 2017 lalu.  Dalam keterangan persnya, Tim Kuasa Hukum Agni menjelaskan bahwa penyintas siap menghadapi proses hukum. Kendati demikian, selama ini penyintas tidak pernah berkeinginan untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Alasannya, selama ini penyintas banyak mendapatkan tekanan dan tendensi negatif dari berbagai pihak di UGM. “Sebenarnya Rifka Annisa dan pihak rektorat UGM dulu sudah menyepakati tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian, sebagaimana yang diinginkan oleh korban. Oleh karena…
27445290
Today
This Week
This Month
Last Month
All
15820
155222
519042
1626333
27445290