Cerita Perubahan

Written by Selasa, 29 Maret 2016 Published in Cerita Perubahan
Yoga dan kesehatan memiliki hubungan yang erat yaitu bahwa kesehatan perseorangan bisa diperbaiki oleh Yoga. Sementara itu, ada bukti ilmiah bahwa Yoga dapat mengurangi stres, memperbaiki sikap badan dan keluwesan, membuka tegangan dan menambah keseimbangan dan konsentrasi. Selain manfaat fisik seperti mengurangi masalah pergelangan, sakit punggung dan sakit kronis, Yoga memiliki manfaat penting untuk kondisi psikologi seperti mengontrol ketakutan, ketidaktentuan dan ancaman. Sebaliknya, yoga ini menambah energi hidup dan kepercayaan diri melalui penyeimbangan badan, ruhani dan jiwa. Yoga mengarahkan perhatian terhadap ketenangan pikiran dan keadaan kesehatan yang sering dianggap sebagai hal yang biasa dan hanya terlihat jika telah hilang. Ketidakpastian menantang orang untuk mengembangkan kesadaran yang meningkat untuk kekuatan batin mereka. Energi bagi tubuh dan pikiran dapat diterima oleh pernapasan dalam dan menemukan kembali kekuatan interior. Yoga menawarkan instrumen holistik dan dibedakan untuk mengatasi stres secara individual. Ada penelitian yang…
Written by Kamis, 13 Agustus 2015 Published in Cerita Perubahan
Rifka Annisa undertakes research, establishes support and education programs, and trains communities to deal with gender-based violence. With all this knowledge and expertise, Rifka Annisa also compiles books on how to understand gender, the role of Islam, Indonesian law and the way we run our programs. These small books provide valuable insight into the work we do and address many frequently asked questions from people wondering about the issues of violence against women in Indonesia. Book 1: Understanding Gender and Violence Against Women This book explains what gender is and how rigid gender roles lead to a culture that accepts and perpetuates violence against women. Gender is different to biological sex, as the different anatomies we have hold no inherent meaning. Contrastingly, gender is an assigned construction of rules that drastically affect how people live their lives. Common stereotypes of…
Written by Sabtu, 04 Juli 2015 Published in Cerita Perubahan
Perkembangan psikologi kaitannya dengan emosi remaja, seringkali ditandai dengan ketidakstabilan pikiran dan penuh gejolak. Pada situasi seperti ini susasana hati yang sering disebut mood bisa berubah dengan sangat cepat. Mihalyi dan Reed Larson dalam penelitiannya tahun 1984 mengungkapkan bahwa, remaja hanya memerlukan 45 menit untuk berubah suasana hati, biasanya dari perasaan “senang luar biasa” menjadi “sedih luar biasa”, sedangkan usia dewasa memerlukan beberapa jam. Stress emosional yang timbul berasal dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu-waktu. Survei terbaru dari American Psychological Assosiation (APA) menunjukkan bahwa remaja saat ini lebih mudah mengalami stress karena perilaku dan pola hidup seperti orang dewasa. Usia remaja berada pada masa perkembangan yang seringkali mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan termasuk emosi dan pola pikir. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut terkait dengan penyesuaian diri remaja terhadap tuntutan keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Persoalan lain adalah adanya…
Written by Kamis, 30 April 2015 Published in Cerita Perubahan
Cita Kartini terhadap kaumnya adalah kemerdekaan. Kaum perempuan yang merdeka, kaum perempuan yang dapat menentukan sendiri pilihan-pilihan dalam hidupnya tanpa adanya paksaan atau ketakutan. Kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia adalah ketika didengungkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Namun, hingga 2015 ini ternyata belum sepenuhnya perempuan Indonesia merdeka. Sumber data Rifka Annisa WCC menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2014, ada 21 (dua puluh satu) perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran, perempuan yang belum bebas dari kekerasan. Kekerasan dalam pacaran adalah fenomena kekerasan terhadap perempuan yang sangat memprihatinkan. Fakta kekerasan dalam pacaran menunjukkan bahwa ternyata perempuan rentan terhadap kekerasan bukan hanya dalam lingkup keluarga, namun dalam hubungan pacaran. Hubungan pacaran yang seyogyanya bertujuan untuk mengenal secara lebih dekat antara laki-laki dan perempuan sebelum memasuki hubungan pernikahan, ternyata malah menjadi arena konflik yang berujung pada tindakan kekerasan. Bercermin pada pendampingan klien…
Written by Rabu, 08 April 2015 Published in Cerita Perubahan
Sepanjang tahun 2014, Rifka Annisa Women Crisis Center telah mendampingi lima anak yang mengalami kekerasan seksual dengan pelaku anak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Semua kasus kekerasan seksual tersebut diselesaikan secara diversi.  Diversi merupakan pengalihan peyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Ketentuan diversi diatur dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012. Undang-undang tersebut adalah upaya Indonesia sebagai negara pihak dalam Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) untuk mengatur prinsip perlindungan hukum terhadap anak. Konsekuensinya, Indonesia mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan khusus terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Berdasarkan UU tersebut, diversi wajib diupayakan pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri.  Selain itu, diversi hanya dapat dilaksanakan ketika ancaman pidananya di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan perbuatan pengulangan. Diversi dalam Realitas Sosial…
31185354
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2901
58826
632641
860424
31185354