Cerita Perubahan

Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Seringkali kita heran mengapa seorang perempuan yang menjadi penyintas dalam hubungan kekerasan baik dalam pernikahan, pacaran atau pun keluarganya, memutuskan kembali lagi bersama pelaku. Orang-orang sekitar seringkali berusaha mencegahnya untuk kembali pada pasangannya, meski dia sadar hubungan tersebut merugikannya, dia tetap menjalin kembali hubungan yang sudah dia tinggalkan sebelumnya. Fenomena inilah yang disebut oleh Dutton dan Painter (1981) sebagai traumatic bonding atau ikatan trauma. Ikatan trauma inilah yang menjelaskan mengapa penyintas wanita dalam hubungan kekerasan kembali lagi pada pasangannya yang sudah dia tinggalkan. Ikatan (bonding) menurut Selye (2008) adalah proses biologis dan emosional yang membuat orang merasa memiliki ikatan sehingga membuatnya menjadi orang penting dalam hidupnya dari waktu ke waktu. Tidak seperti perasaan cinta ataupun rasa hormat, kepercayaan, ikatan ini bukanlah sesuatu yang bisa hilang. Ikatan bisa terjadi pada siapa saja pada sahabat,…
Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Bijak Bersosial MediaOleh : Ratnasari NugraheniE-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Apakah kalian pengguna aktif twitter, facebook, atau media sosial lainnya? Suka update status yang bernada menyindir, mengejek atau marah? Era virtual dan kecanggihan dunia cyber menjadikan media sosial makin populer. Saat ini, media sosial menjadi salah satu media terfavorit para remaja untuk mengungkapkan emosi secara verbal. Jika dulu aksi coret-coret tembok yang digunakan untuk mengungkapkan emosi, sekarang para remaja mulai beralih ke media sosial internet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Sandi negara (STSN) Indonesia bekerjasama dengan Yahoo, 64% remaja usia 15-19 tahun mendominasi penggunaaan internet di Indonesia. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh PeerReach pada tahun 2013 lalu mencatat bahwa Indonesia menempati urutan kedua untuk pengguna aktif twitter. Kemudian, untuk pengguna aktif facebook, Indonesia menempati peringkat ketiga. Diketahui pula bahwa pengguna aktif media sosial di Indonesia mayoritasnya adalah kalangan remaja.…
Written by Senin, 14 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Ratnasari NugraheniE-Mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Komunikasi adalah hubungan dua arah yang dilakukan untuk memahami pikiran-pikiran orang lain. Komunikasi yang tidak baik akan menimbulkan kesalahpahaman dengan lawan bicara. Pada era yang serba canggih dan modern, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan baik, salah satunya melalui media sosial ataupun media elektronik. Akan tetapi, kecanggihan zaman saat ini sering kali menjadi pemicu komunikasi yang tidak baik antara remaja dengan orang tua. Kesibukan orang tua dan ketidakpedulian remaja lebih memicu permasalahan antara remaja dengan orang tua. World Health Organization (WHO) mendefinisikan remaja adalah anak-anak yang berusia 10-24 tahun. Pada tahap ini, anak tumbuh menjadi seorang remaja yang sedang dalam proses berkembang. Masa ini adalah masa peralihan seorang anak menuju masa dewasa. Perkembangan emosi yang masih belum stabil dan sikap ego yang tinggi membuat para remaja membutuhkan dampingan khusus. Pada tahap…
Written by Selasa, 08 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Pengumuman hasil ujian merupakan suatu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa. Perjuangan selama beberapa hari mengikuti ujian sebagai penentu kelulusan dijadikan sebuah pencapaian prestasi yang dikerjakan selama 3 tahun sekolah. Tidak dipungkuri setiap hasil UAN diumumkan selalu ada euphoria yang dilakukan siswa, apalagi tindakan mengacu pada hal negatif seperti mencoret baju, konvoi dijalanan dengan motor, melakukan kegiatan onar bahkan anarkis yang meresahkan masyarakat.  Menurut Ryan Sugiarto, pengamat pendidikan menyebutkan aksi coret mencoret seragam yang dilakukan oleh siswa adalah hal biasa. Permasalahan yang terjadi adalah ketika aksi euforia pasca ujian itu menganggu  masyarakat dengan aksi anarkis.     Memang aksi euforia pasca ujian yang dilakukan siswa di Yogyakarta tidak separah di Jakarta. Di Jakarta sempat terjadi tawuran antar dua belah pihak sekolah disebabkan aksi kelulusan. Euforia pasca ujian di Yogyakarta cenderung aman, hal ini terkait…
Written by Kamis, 03 April 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Diana Putri AriniEmail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 dalam pasal 1 menyebutkan anak adalah seseorang yang belum berusia delapan belas tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 juga mengatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Maka negeri ini wajib melindungi orang miskin dan anak-anak telantar. Permasalahan anak jalanan memang harus dihadapi oleh semua sepihak, bukan hanya orangtua dan keluarga, namun juga orang-orang disekitarnya. Kasus anak jalanan bagaikan rantai yang membentuk siklus tak pernah terhenti. Di satu sisi pemerintah sudah berupaya menangani anak jalanan dengan membentuk dinas sosial, memberikan dana untuk rumah singgah dan shelter untuk anak-anak jalanan namun tetap saja para anak jalanan kabur dari tempat mereka dan kembali di jalanan dengan alasan kebebasan. Anak jalanan selalu mendapatkan stigma buruk dianggap sebagai anak-anak liar, berkelakuan buruk…
29515688
Today
This Week
This Month
Last Month
All
4644
11988
701587
783419
29515688