Cerita Perubahan

Written by Rabu, 23 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Laksmi Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Sampai saat ini, bumi tempat berpijak manusia dihuni oleh lebih dari tujuh milar jiwa. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penyumbang terbanyak jumlah penduduk bumi. Pada tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 238,52 juta jiwa dan pada tahun 2025 diprediksikan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 284,83 juta jiwa (Kompas, 3/3). Pertambahan penduduk yang hampir mencapai lima puluh juta jiwa ini harus dikendalikan salah satunya dengan mengendalikan total fertility rate (TFR). TFR adalah jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh perempuan dalam usia reproduksi.  Pada tahun 2010, TFR Indonesia adalah 2,49  dan Indonesia harus menurunkan TFR ini menjadi 2,14 pada tahun 2025 agar tercapai tujuan pengendalian penduduk (Kompas, 4/3). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pemerintah kini mulai menggiatkan kembali program Keluarga Berencana (KB). Program KB sebenarnya memiliki tujuan untuk menyejahterakan keluarga Indonesia dengan mengatur jumlah kelahiran, mendorong adanya…
Written by Rabu, 23 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Laksmi Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Kajian mengenai bioetik muncul di dunia ini sebagai tanggapan atas percobaan medis yang dilakukan oleh Nazi terhadap tahanan di kamp konsentrasi dan juga percobaan medis untuk melihat perjalanan penyakit sipilis di Tuskegee dimana percobaan medis tersebut tidak memperhatikan peri kemanusiaan. Kajian mengenai bioetik  menekankan pada penerapan etika dalam penelitian biologi dan kedokteran.  Selain berkaitan dengan penelitian, bioetik juga  mengkaji permasalahan yang ada di bidang kedokteran dari segi ilmu filsafat, sosial, dan hukum misalnya mengenai masalah eutanasia. Karena dirasa belum mampu mengakomodasi berbagai persoalan yang muncul dalam bidang kedokteran dan biologi terutama yang melibatkan kalangan minoritas, maka muncullah kajian baru yang disebut sebagai bioetik feminis. Bioetik feminis mengkaji berbagai penerapan etika dalam bidang kedokteran dan biologi secara lebih komprehensif jika dibandingkan dengan kajian bioetik tradisional karena bioetik feminis mengkaji berbagai permasalahan dengan mempertimbangkan ras, agama, gender, dan…
Written by Rabu, 16 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh : Ratnasari NugraheniE-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Amarah adalah sebuah perasaan dimana seseorang melewati batas kesabaran dan ketidaknyamanan. Perasaan amarah juga timbul karena seseorang merasa terancam, cemas, sakit, stres, dan diperlakukan tidak adil. Perasaan ini adalah perasaan wajar dan normal yang dirasakan dan dialami oleh setiap orang. Akan tetapi, reaksi atau ekspresi seseorang dalam menunjukkan perasaan amarahnya berbeda-beda. Ada yang mengekspresikan amarah secara negatif akan tetapi ada juga yang positif. Jadi, apakah amarah itu baik atau tidak? Tentu saja selama amarah masih berupa perasaan itu baik dan masih berupa hal yang wajar. Dalam hal ini, amarah yang berupa perasaan seperti jengkel, mangkel, atau kesal. Akan tetapi, jika amarahnya berubah menjadi perilaku bahkan mengarah kepada hal-hal yang negatif itulah yang tidak baik dan harus dihindari. Dalam hal ini, amarah yang berupa perilaku yakni mengamuk, membentak, atau memukul. Amarah yang berupa perilaku ini…
Written by Jumat, 04 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh: MegafirmawantiEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Para pakar membuat definisi femisisme dari berbagai aspek. Namun pada dasarnya, feminisme adalah sebuah kesadaran akan adanya ketidakadilan yang sistematis bagi perempuan di seluruh dunia. Baru pada tahun 1993, Kamus Oxford memasukkan kata feminisme yang diberi arti “pandangan dan prinsip untuk memperluas pengakuan hak-hak perempuan”. Meksipun definisi ini dirasa masih kurang untuk menjelaskan tentang feminisme yang sebenarnya. Paling tidak, ada dua hal yang sangat penting dalam feminisme. Yakni adanya kesadaran dan perjuangan. Kesadaran tersebut akan melahirkan ideologi, dan perjuangan melahirkan gerakan (movement). Gerakan feminisme lahir karena adanya ketimpangan atas pemenuhan hak-hak atas perempuan. Di Indonesia misalnya, ketimpangan tersebut salah satunya terjadi dalam bidang pendidikan dimana yang mendapatkan akses pendidikan hanyalah kaum laki-laki. Perempuan saat itu lebih ditempatkan sebagai konco winking yang hanya bisa berkecimpung dengan dunia dapur, sumur, dan kasur. Ketimpangan seperti inilah yang kemudian melahirkan kesadaran…
Written by Rabu, 02 Juli 2014 Published in Cerita Perubahan
Oleh: Ani Rufaidaemail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Pernikahan dini, bukan cintanya yang terlarang Hanya waktu saja belum tepat Merasakan semua…….. Demikianlah salah satu penggalan bait lagu “pernikahan dini” yang pernah dipopulerkan oleh Agnes Monica beberapa tahun lalu. Lagu ini tepat menggambarkan situasi perkawinan yang dilakukan oleh kaum remaja yang kebanyakan masuk katagori anak-anak. Hal itu terjadi pada usia remaja SMP maupun SMK berkisar antara umur 14-19 tahun. Inilah sepenggal relitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Berdasarkan data pengadilan agama (PA) Gunungkidul, angka pernikahan dini terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat sejak 2009 lalu, waktu itu kasus pengajuan dispensasi pernikahan 60 kasus, tapi diakhir 2013 meningkat dua kali lipat menjadi 161 kasus pernikahan dini. UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan usia minimum untuk menikah adalah 19 tahun (laki-laki) dan 16 tahun (perempuan), tetapi kategori usia tersebut masih terlalu…
31184635
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2182
58107
631922
860424
31184635