PRESS RELEASE PERINGATAN IWD 2014

Written by  Sabtu, 08 Maret 2014 05:17

PRESS RELEASE PERINGATAN IWD 2014

“Pemilu Cerdas: Selamatkan Perempuan Indonesia dari Kekerasan Seksual”

Lingkar Advokasi untuk Perempuan (Link-AP), merupakan jaringan penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Advokasi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang terbentuk sejak bulan Oktober 2012. Link-AP menggandeng NGO/Ormas/komunitas bahkan personal yang berada di Jateng DIY untuk memperkuat Jaringan ini. Fungsi dari jaringan ini adalah memberikan layanan, memantau penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, advokasi kebijakan yang tidak berpihak pada perempuan dan anak, serta memastikan prinsip keberpihakan pada kebenaran dan keadilan bagi korban.

Kami menyadari bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih saja terjadi di Indonesia. Menurut pantauan Komnas Perempuan, setidaknya ada 20 perempuan yang mengalami kekerasan seksual setiap harinya. Angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan juga masih terus merangkak naik. Tentu saja hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi para aktivis dan kaum perempuan di tengah-tengah perayaan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD).

Berdasarkan data statistik catatan tahunan dari Komisi Nasional (Komnas) Perempuan tahun 2013, terdapat 279.760 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP). Hal ini menunjukkan bahwa KTP masih terus terjadi dan bahkan semakin meningkat. Setiap tahun, kekerasan seksual selalu menjadi sorotan baik yang terjadi di ranah personal maupun di komunitas. Di ranah personal,  Kekerasan seksual yang terjadi sebanyak 2.995 kasus. Dalam hal ini, pelaku adalah orang yang memiliki yang memiliki hubungan darah (ayah, kakak, adik, paman, kakek) kekerabatan, perkawinan (suami) maupun relasi intim dengan korban (pacar). Sementara, kekerasan seksual yang terjadi di ranah komunitas mencapai 2.634 kasus. Dari kasus tersebut, diantaranya yang paling banyak tercatat adalah perkosaan (1074 kasus) dan pencabulan (789 kasus). Di ranah komunitas ini, pelaku tidak memiliki hubungan kekerabatan, hubungan darah, atau perkawinan. Trend usia korban kekerasan seksual pun semakin beragam dan semakin muda usianya, bahkan anak-anak yang berusia balita turut menjadi korban.

Kekerasan seksual juga dialami oleh perempuan kelompok rentan seperti difabel dan perempuan LBT. Perempuan difabel kerap menjadi objek pelecehan seksual dan perkosaan. Sementara perempuan LBT mengalami kekerasan salah satunya pemaksaan perkawinan dan masih banyak lagi bentuk kekerasan/diskriminasi lainnya yang dialami mereka. Catatan tahunan Komnas Perempuan 213 mencatat adanya 49 kasus kekerasan terhadap komunitas LBT yang melibatkan 53 korban. Jenis kekerasan terbanyak adalah kekerasan seksual (13 kasus).

Keadilan pun masih belum berpihak pada kaum perempuan. Seringkali, perempuan penyintas selalu dipersalahkan atas kasus kekerasan seksual yang dialami. Misalnya, perempuan dipersalahkan karena tata cara berpakaiannya. Tak jarang pula, perempuan penyintas dipojokkan dalam suatu perkara kekerasan seksual, terlebih saat pelaku membuat tameng opini “atas dasar suka sama suka.” Ditambah lagi, budaya patriarki yang masih mengakar di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) turut menjadikan perempuan berada dalam posisi yang sulit.

Hal inilah yang menjadi fokus Link-AP dalam peringatan IWD 2014. Momentum IWD kali ini bertepatan dengan jelang Pemilu pada bulan April 2014 yang merupakan bagian dari demokrasi. Untuk itu, kami hendak meneguhkan kembali bahwa tidak ada demokrasi tanpa (keterlibatan aktif) perempuan. Melalui aksi damai dengan tema “Pemilu Cerdas: Selamatkan Perempuan Indonesia dari Kekerasan Seksual”, kami segenap elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Link AP:
1.    Menuntut agar pelaku perkosaan di hukum berat
2.    Menuntut adanya Undang-undang khusus tentang Kekerasan Seksual.
3.    Mendesak disahkannya Rancangan Undang Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG)
4.    Mendorong pemerintah menjamin pemenuhan 12 Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan.
5.    Mendorong para pemilih agar memilih calon legislatif yang mendukung penghapusan kekerasan terhadap perempuan
6.    Mencari calon pemimpin yang peduli dan memperjuangkan hak-hak perempuan.

Yogyakarta, 8 Maret 2014

Nama-nama lembaga peserta aksi:
Aliansi Laki-laki Baru (ALB), CIQAL, IHAP, FAMM-I, JPPRT, JPY, LRC KJHAM, LBH Jogja, Rifka Annisa, Sahabat Perempuan Magelang, SAMSARA, SAPDA, SATUNAMA, SPEKHAM, SP Kinasih, UPIPA Wonosobo, We Can Campaign.

Contact person   : Maria  081-578-728-971, Nina 081-392-020-099

Read 1277 times Last modified on Rabu, 12 Maret 2014 13:49
39447841
Today
This Week
This Month
Last Month
All
6018
32870
100668
195891
39447841