Rifka Annisa Mendorong adanya Sistem berbasis Sekolah untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di SMK N 1 Gedangsari

Written by  Khoirun Ni'mah Staf Humas Media Rifka Annisa Senin, 21 Agustus 2017 12:36

Rifka Annisa- Sekolah merupakan rumah kedua bagi peserta didik. Oleh sebab itu, peran sebuah sekolah tak mungkin bisa dilepaskan dari perkembangan peserta didik itu sendiri. Dari lingkup sekolah, guru kemudian juga menjadi aktor yang penting atau saka guru dari proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Mereka adalah fasilitator bagi para murid sekaligus mampu menjadi inspirator, motivator dan panutan. Pengalaman membuktikan, peran dan perhatian guru tak hanya membuat murid berhasil dari segi kognitif, tetapi juga dapat menyelamatkan murid dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat cita-cita mereka. Sebaliknya, sikap abai dari guru terhadap muridnya dapat mengakibatkan semakin jauhnya murid menggapai cita-citanya.

“Seringkali saya menemukan ada murid perempuan yang tiba-tiba histeris. Setelah saya telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku tersebut, seperti kurangnya perhatian dari orang-orang disekitar”. Cerita tersebut disampaikan oleh salah satu guru SMK N 1 Gedangsari pada acara diskusi reguler bersama Rifka Annisa pada hari Jumat, 18 Agustus 2017 lalu. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan SMKN 1 Gedangsari ini mengundang 11 guru alumni Workshop “Sistem Berbasis sekolah untuk Pencegahan dan Penanganan kekerasan di Sekolah” yang diadakan oleh Rifka Annisa pada awal tahun 2017.

Diskusi tersebut merupakan lanjutan dari program pencegahan sekaligus penanganan kekerasan seksual serta penikahan usia anak yang melibatkan sekolah dan komunitas di 4 kecamatan (Wonosari, Saptosari, Gedangsari, dan Ngawen). Melalui kerjasama dengan SMK N 1 Gedangsari, Rifka Annisa berupaya mendorong adanya sistem berbasis sekolah untuk pencegahan dan penanaganan kekerasan di sekolah yang tertuang dalam salah satu peraturan sekolah. Selain itu, diharapkan nantinya SMK N 1 Gedangsari dapat lebih berdaya, lebih inovatif dalam mengatasi persoalan serta melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah tersebut, Rifka Annisa berupaya melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala sekolah dan guru baik laki-laki maupun perempuan. []

Read 809 times Last modified on Senin, 21 Agustus 2017 13:30
36061819
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2293
2293
166531
226368
36061819