Written by Selasa, 24 Juli 2018 Published in Berita
Famega Syavira Putri BBC Indonesia   Seorang penyintas korban KDRT menceritakan alasannya untuk tetap bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. "Saya dipukuli, kepala dibenturkan ke kusen jendela depan rumah sampai babak belur, lalu dijongkrokin ke taman sampai jempol kiri patah," kata Ninin Damayanti, penyintas (survivor) kekerasan dalam rumah tangga, menceritakan kejadian saat suaminya melakukan kekerasan padanya beberapa tahun lampau. Sebelum kejadian itu, Ninin juga pernah mengalami kekerasan yang cukup fatal sampai dia masuk rumah sakit. "Tapi ada pemaafan, saya berpikir dia bisa berubah kok, dia akan menjadi orang baru," kata Ninin kepada BBC News Indonesia. Namun selama empat tahun Ninin…
Written by Senin, 23 Juli 2018 Published in Berita
Ada anggapan bahwa laki-laki secara kodrati memiliki hasrat seksual lebih tinggi dari perempuan. Anggapan ini didukung dengan argumentasi biologis, sebagai akibat dari sistem hormonal yang dimiliki oleh laki-laki. Sehingga dianggap wajar kalau kemudian laki-laki lebih memaksakan hubungan seksualnya terhadap perempuan. Demikian pula dianggap wajar ketika laki-laki menghendaki adanya lebih banyak varisasi hubungan seksual demi kesehatan dan penyaluran hasratnya yang tinggi. Tidak peduli bahwa sikap ini telah membawa penderitaan, hilangnya hak dan jati diri perempuan sebagai pribadi dan pasangannya. Dalam kehidupan sosial, pandangan ini telah melahirkan anggapan bahwa laki-laki cenderung diperbolehkan terlibat dalam berbagai perjumpaan seksual sebelum mereka menikah. Bahkan standar…
Written by Selasa, 17 Juli 2018 Published in Berita
Kampus menutupi kasus pelecehan seksual dan lebih memilih solusi "kekeluargaan."     tirto.id - “Mbak, sedang di kampus, enggak?” Ikhaputri Widiantini, dosen filsafat di Universitas Indonesia, mengisahkan ulang satu cerita dari mantan mahasiswinya. Siang itu ia tiba-tiba ditelepon. “Ini di kampus. Eh, kamu apa kabar?” Upi, panggilan sehari-harinya, kebetulan sudah lama tak mendengar kabar si mahasiswi itu, yang memang sudah lulus. “Boleh jemput aku di depan, enggak?”  Upi heran saat ditanya begitu, tapi tak terkejut. Bekas mahasiswinya itu lanjut bertanya tentang beberapa nama. “Ada orang ini, enggak? Ada orang ini, enggak?”  Upi enggan menyebut nama-nama tersebut, “Terus aku bilang, enggak ada, enggak…
31185009
Today
This Week
This Month
Last Month
All
2556
58481
632296
860424
31185009