Written by Kamis, 28 Jun 2018 Published in Berita
Hallo teman-teman yang punya minat dalam kerelawanan, Rifka Annisa sedang membuka lowongan relawan untuk membantu dalam hal kearsipan. Relawan Arsip adalah relawan yang bersedia membantu Rifka Annisa  dalam bidang pengarsipan dokumen, dan  dilaksanakan selama 3 bulan di Rifka Annisa.  Jadwal kehadiran relawan  yaitu hari Senin-Jumat pukul 08.30- 16.30 dengan meluangkan waktu 3 hari dalam 1 minggu dan hari sabtu & minggu jika dibutuhkan selama 3 bulan. Relawan kearsipan  akan membantu dalam hal : ·        Melaksanakan pemilahan dan pengelompokan dokumen ·        Pemberkasan dan Penataan Dokumen -dokumen sementara ·        Melakukan pemeliharaan arsip--arsip data Rifka Annisa ·        Membuat  laporan kearsipan sesuai dokumen yang ada di Rifka Annisa. Berikut persyaratannya: ·        Freshgraduate lulusan D3/S1 Jurusan kearsipan  atau mahasiswa/wi jurusan kearsipan minimal semester 5 (tidak…
Written by Minggu, 24 Jun 2018 Published in Berita
Government of Indonesia and civil society organization have been doing many efforts to eliminate violence against women. However, violence against women is persistent. One of NGO that sustain effort to help women survivor of violence is Rifka Annisa, the first women’s crisis center in Indonesia. Working about 25 years in providing services and advocacy for violence against women cases, Rifka Annisa is welcomed everyone who want to learn and discuss about gender equality and violence against women problems in Indonesia. I was given the opportunity to talk with a counsellor of Rifka Annisa regarding this issue. This is my report…
Written by Jumat, 18 Mei 2018 Published in Berita
Pada hari Jumat tanggal 27 April, sekelompok mahasiswa studi Hubungan Internasional datang ke Rifka Annisa untuk belajar tentang kekerasan berbasis gender sebagai bagian dari mata kuliah Pengantar Studi Perdamaian. Presentasi difasilitasi oleh Mbak One (Defirentia One), dan menggabungkan pendekatan interaktif untuk belajar melalui diskusi kelompok dan memberi masukan, mendiskusikan topik menggunakan alat peraga visual, dan pembelajaran reflektif melalui kegiatan bermain peran. Pendekatan interaktif membantu siswa tetap terlibat di seluruh sesi, dan mendorong pendekatan berpikir kritis terhadap kekerasan berbasis gender karena peserta mampu memahami topik dengan lebih jelas dan merefleksikan pengalaman pribadi mereka di dalam masyarakat. Sesi dimulai dengan meminta peserta…
27919358
Today
This Week
This Month
Last Month
All
12294
78271
390703
602407
27919358