Kamis, 03 Oktober 2019 16:21

OPEN RECRUITMENT

OPEN RECRUITMENT OKTOBER 2019

DIVISI INTERNAL

DIVISI PENDAMPINGAN

 

POSISI YANG DIBUTUHKAN:

Relawan Konselor Psikologi  : 3 (tiga) orang

Relawan Konselor Hukum : 2 (dua) orang

Relawan Konselor Laki-laki : 2 (dua) orang

Relawan Desain Grafis: 1 (satu) orang

Staf Project: Pengembangan Sistem Database: 1 (satu) orang

Staf Project: Pengarsipan dan Input Data : 1 (satu) orang

 

A. Relawan Konselor Psikologi:

Persyaratan

  1. Mahasiswi (perempuan) minimal semester 5 Fakultas Psikologi
  2. Memiliki ketertarikan terhadap konseling dan pendampingan psikologi
  3. Memiliki jiwa kerelawanan dan mau belajar
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Bersedia meluangkan waktu 3 hari dalam satu minggu; dan di hari Sabtu atau Minggu jika dibutuhkan, selama 12 bulan
  9. Memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerjasama dalam tim
  10. Bersedia bekerja dengan mobilitas yang tinggi dan mampu mengendarai motor
  11. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Relawan akan terlibat menjadi asisten konselor dalam melakukan kerja-kerja pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan, membantu konselor dalam mengelola administrasi pendampingan, belajar melakukan administrasi tes psikologi, belajar menjadi narasumber/fasilitator, serta terlibat dalam kegiatan lembaga.

 

B. Relawan Konselor Hukum:

 Syarat:

  1. Mahasiswi (perempuan) minimal semester 5 Fakultas Hukum
  2. Memiliki ketertarikan terhadap pendampingan hukum
  3. Memiliki jiwa kerelawanan dan mau belajar
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Bersedia meluangkan waktu 3 hari dalam satu minggu; dan di hari Sabtu atau Minggu jika dibutuhkan, selama 12 bulan
  9. Memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerjasama dalam tim
  10. Bersedia bekerja dengan mobilitas yang tinggi dan mampu mengendarai motor
  11. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Relawan akan terlibat menjadi asisten konselor dalam melakukan kerja-kerja pendampingan pada perempuan dan anak korban kekerasan, membantu konselor dalam mengelola administrasi pendampingan hukum, belajar membuat rekes-rekes, belajar menjadi narasumber/fasilitator, serta terlibat dalam kegiatan lembaga.

 

C. Relawan Konselor Laki-laki:

 Syarat

  1. Mahasiswa (laki-laki) minimal semester 5 Fakultas Psikologi
  2. Memiliki ketertarikan terhadap konseling dan pendampingan psikologi
  3. Memiliki jiwa kerelawanan dan mau belajar
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Bersedia meluangkan waktu 3 hari dalam satu minggu; dan di hari Sabtu atau Minggu jika dibutuhkan, selama 12 bulan
  9. Memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerjasama dalam tim
  10. Bersedia bekerja dengan mobilitas yang tinggi dan mampu mengendarai motor
  11. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Relawan akan menjadi asisten konselor laki-laki dalam kerja-kerja: konseling pada laki-laki baik pelaku kekerasan maupun bukan pelaku kekerasan untuk tujuan pencegahan di lokasi layanan yang diselenggarakan oleh Rifka Annisa, membantu melakukan konseling pasangan, terlibat dalam proses mediasi, membantu piket hotline konseling laki-laki, membantu menerima konseling telepon dan email, membantu melakukan pencatatan dan pekerjaan administratif data kasus, menjadi nara sumber/fasilitator, serta terlibat dalam kegiatan lembaga.

 

D. Relawan Desain Grafis

Syarat

  1. Mahasiswa/ mahasiswi semua jurusan
  2. Terampil menggunakan aplikasi desain (adobe, corel, dll) dan kreatif dalam mendesain
  3. Memiliki jiwa kerelawanan dan bersedia bekerja di dalam tim
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Memiliki komitmen tinggi dan  bersedia mengaplikasikan keahlian yang dimiliki.
  9. Bersedia meluangkan waktu 2 - 3 hari dalam satu minggu selama 6 bulan untuk datang ke Rifka Annisa
  10. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Relawan desain grafis akan membantu Media Officer dalam membuat dokumentasi di lapangan, membantu membuat konten untuk media sosial Rifka Annisa, serta membantu membuat publikasi tentang kerja-kerja Rifka Annisa

 

E. Staf Project: Pengembangan Sistem Database

 Syarat

  1. Mahasiswa/mahasiswi semester akhir atau fresh graduate, semua jurusan atau jurusan Sistem Informasi
  2. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan sistem database berbasis Microsoft Access
  3. Memiliki jiwa kerelawanan dan mau belajar
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerjasama dalam tim
  9. Bersedia dikontrak selama 3 bulan (by project)
  10. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Melakukan pembenahan dan pengembangan terhadap sistem database kasus Divisi Pendampingan Rifka Annisa berbasis Microsoft Access, sesuai dengan kebutuhan lembaga

 

F. Staf Project: Pengarsipan dan Input Data

Syarat

  1. Mahasiswa/mahasiswi semester akhir atau fresh graduate, semua jurusan, diutamakan jurusan arsip/ilmu perpustakaan.
  2. Memiliki jiwa kerelawanan dan mau belajar
  3. Memiliki ketertarikan terhadap pengelolaan arsip dan input data
  4. Memiliki ketertarikan terhadap isu gender dan maskulinitas
  5. Memiliki ketertarikan untuk beraktivitas di organisasi nirlaba
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik
  7. Bersedia bekerja di dalam lingkungan yang unik dan beragam
  8. Memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerjasama dalam tim
  9. Bersedia untuk dikontrak selama 3 bulan (by project)
  10. Berdomisili di Yogyakarta

Tugas

Menjadi asisten konselor dalam melakukan pengarsipan file data kasus, melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas, melakukan supervisi konten data, melakukan penginputan data ke dalam sistem.

 

CARA MENDAFTAR:

 

BACA pengumuman lengkapnya di website Rifka Annisa.

Ingat, baca dulu sampai habis yaa, alu klink link ini: http://bit.ly/relawanrifkaannisa untuk mendaftar

Rekrutmen dibuka mulai tanggal 3 Oktober – 17 Oktober 2019, atau akan ditutup jika kuota telah terpenuhi.

Informasi lebih lanjut sila hubungi Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Yogyakarta-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) menyelenggarakan Workshop Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) di 14 Kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta. Termasuk di dalamnya Kecamatan Kraton dan Kecamatan Gondokusuman, yang dilaksanakan pada hari Selasa (25/6) di Pendapa Kecamatan Kraton dan Gondokusuman. Pembicara atau narasumber dalam workshop PTPPO ini yakni, Tiwuk Lejar Sayekti sebagai Manajer Internal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa.

Workshop ini merupakan salah satu rangkaian roadshow yang dilakukan oleh DPMPPA, didalamnya terdapat kampanye Three Ends (3 akhiri) yakni, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhir kesenjangan ekonomi”, ungkap Indra staf DPMPPA.

Tujuan dilaksanakannya workshop PTPPO ini untuk melaksanakan perlindungan (pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan) bagi korban tindak pidana perdagangan orang berdasarkan pengalaman baik (good practices) yang telah dilakukan selama ini dan penguatan komitmen untuk pemberantasan TPPO.

Dalam rencana strategis Pemerintah Kota Yogyakarta mengakui dan menetapkan isu gender sebagai bagian dari pembangunan. Oleh karena itu Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan sasaran pembangunan melalui program affirmasi kepada lima kelompok rentan yaitu, perempuan, anak, lansia, difabel, dan orang miskin. Workshop ini menjadi pelaksanaan kegiatan perlindungan kepada lima kelompok rentan tersebut terutama perempuan dan anak.

Merujuk pada UU 21 Tahun 2007, “Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan atau posisi rentan, penculikan, penyekapan, pemalsuan atau penipuan, penyalahguanaan kekuasaan, penjeratan utang, atau memberi bayaran atau manfaat memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain untuk tujuan mengeksplotasi orang tersebut.”

“Selama ini bahwa kasus perdagangan manusia itu tidak terlepas dari adanya kasus perdagangan secara seksual juga. Apabila kita bicara angka paling besar terdapat di India, mayoritas terjadi pada perempuan, dan tidak hanyak orang dewasa saja namun juga melibatkan anak-anak. Sekitar 80 ribu anak di Indonesia dalam pertahunnya, dijual untuk tujuan seks komersial,” jelas Tiwuk.

Workshop ini menyasar sekitar 60 orang yang terdiri beberapa perwakilan dari PKK, LPMK, Babinkamtibmas, Babinsa, Fasilitator PKH, PSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, KUA, Lurah, dan Kecamatan.

(Ayu Aprilia Sari)

Kamis, 11 Juli 2019 13:05

Kelas Ibu: Bangga Menjadi Perempuan

Yogyakarta-Rabu (27/6), Rifka Annisa mengadakan Diskusi Kelas Ibu yang diselenggarakan di Dusun Cekel, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Diskusi ini menggandeng Ibu-ibu pasangan muda Dusun Cekel dan Fasilitator Komunitas Desa Jetis yang beberapa diantaranya merupakan anggota Forum Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (FPK2PA) Desa Jetis. Tema “Menjadi Perempuan” diambil dalam diskusi ini untuk meningkatkan ibu-ibu agar bangga terhadap dirinya sebagai perempuan, sehingga ibu-ibu dapat lebih percaya diri.

“Apa yang diharapkan di diskusi menjadi perempuan ini adalah dia (red-ibu-ibu) bangga terhadap dirinya, sebenernya kalau perempuan kan awalnya dianggap sebagai istilahnya  kanca wingking atau menjadi teman belakang, dia berada di domestik seperti itu”, ungkap Irmaningsih Pudyastuti yang merupakan organisator komunitas Desa Jetis dari Rifka Annisa

Lebih lanjut irma mengatakan, “Salah satu Ibu-ibu mengatakan bahwa sebenarnya bekerja di rumah sama seperti kita bekerja di luar rumah. Sama-sama melakukan aktivitas. Jadi, yang perlu ditumbuhkan adalah memunculkan rasa percaya diri pada ibu-ibu.”

Agenda diskusi diawali dengan mengulas diskusi sebelumnya yang ditujukan untuk mengidentifikasi tema-tema diskusi yang akan datang, dan diakhiri syawalan beserta makan bersama dengan peserta diskusi. Dalam diskusi kali ini ibu-ibu pasangan muda Dusun Cekel dibagi menjadi 3 kelompok yang nantinya menjawab pertanyaan berbeda-beda dengan didampingi fasilitator komunitas. Pertanyaan tersebut yakni, apa yang membuatmu bangga sebagai perempuan, kapan anda menyadari sebagai perempuan, dan apa perbedaan laki-laki dan perempuan.

Terkait perbedaan pekerjaan Fitri Indra Harjanti yang merupakan perwakilan dari Rugers WPF menanggapi, “Sebenarnya masalahnya itu kurang menghargai, bahkan oleh kita sendiri yang melakukannya. Kita sendiri masih belum menghargai apa yang kita lakukan. Sebenarnya semua pekerjaan itu sama, baik di luar maupun di rumah”, ujar Fitri

Fitri berharap dalam rumah tangga apapun pekerjaannya harus saling menghargai satu sama lain, baik pekerjaan diluar rumah maupun pekerjaan rumah tangga. “Sehingga apabila ada bapak-bapak yang juga bekerja di rumah pun harus dihargai. Tujuannya  mecari nafkah dan mengurus rumah tangga itu sama pentingnya. Yang melakukan juga siapa aja, bisa laki-laki dan bisa perempuan tergantung pembagian dalam rumah tangga”, imbuhnya.

(Ayu Aprilia Sari)

Kamis, 11 Juli 2019 12:02

Open Recruitment Rifka Annisa

Open Recruitment Rifka Annisa

1 (satu) orang staf Community Organizer

Sebelum mendaftar, ingatlah bahwa pendaftar bersedia untuk:

  • Mengikuti rangkaian proses seleksi
  • Meluangkan waktu untuk mengikuti orientasi dan pembekalan
  • Mengikuti sesi-sesi peningkatan kapasitas di Rifka Annisa

PERSYARATAN STAF COMMUNITY ORGANIZER

  1. Perempuan atau laki-laki, menikah atau tidak menikah
  2. Fresh graduate atau sudah lulus dari jurusan ilmu-ilmu sosial-humaniora
  3. Tertarik dengan isu gender dan maskulinitas
  4. Tertarik untuk berkegiatan dengan masyarakat dan pemerintah
  5. Tertarik dengan analisis sosial dan praktek pengembangan masyarakat.
  6. Komunikatif dan memiliki inisiatif tinggi
  7. Memiliki pengalaman berorganisasi dan terbiasa bekerja dalam tim
  8. Bersedia bekerja dengan mobilitas yang tinggi
  9. Mampu berbahasa Inggris aktif maupun pasif
  10. Mampu mengendarai sepeda motor dan memiliki SIM C
  11. Berdomisili di Yogyakarta, diutamakan seputar Kulon Progo atau Bantul dekat Kulon Progo, dan bersedia untuk bekerja di Kecamatan Pengasih, Kulon Progo
  12. Bersedia bekerja dalam lingkungan dengan latar budaya yang beragam

Gambaran Tugas:

Melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat, kelompok perempuan, dan remaja melalui penyelenggaraan kelas-kelas diskusi, serta melakukan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah setempat serta KUA.

Persyaratan :

  1. Mengisi formulir yang ada di google form melalui link: http://bit.ly/oprecrifkaannisa
  2. Wajib mengirimkan tulisan mengenai topik Pengorganisasian Masyarakat, minimal 600 kata, spasi 1,5, dikirimkan melalui email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dengan subject email: (NAMA PENDAFTAR)_CO. Dikirimkan sebelum/setelah mengisi formulir dan tidak melewati batas tanggal.

Informasi lebih lanjut bisa ditanyakan melalui email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau datang langsung ke Rifka Annisa, Jln. Jambon IV Kompleks Jatimulyo Indah Yogyakarta.

Open Recruitment ini dibuka mulai tanggal 8 Juli - 18 Juli 2019, atau jika kami sudah mendapatkan kandidat yang memenuhi kriteria kami.

Selamat mendaftar!

JOB DICK CALON CO HINGGA DESEMBER 2019

  1. Mengorganisir Desa Tawangsari dengan beberapa kegiatan:
  • Penguatan PIK R dengan melakukan koordinasi kurang lebih 4x
  • Penguatan FPKK dengan koordinasi kurang lebih 4x
  • Sosialisasi di kelompok dewasa dan remaja bekerjasama dengan FPKK, PIKR dan Fasilitator komunitas kurang lebih 6x
  • Koordinasi rutin dengan stakehoder (Pemerintah desa, tokoh agama/tomas, muspika kecamatan).
  • Pertemuan rutin dan Penguatan Kapasitas Fasilitator (Dibantu oleh PO).
  1. Implementasi Program Premarital Course dan Pusaka (Pusat Layanan Keluarga) Sakinah:
  • Kegiatan Pusaka Sakinah dalam bentuk diskusi kelas Pasangan (Ayah + Ibu) sebanyak 11 sesi pertemuan (2 jam). Namun pertemuan ini bisa digabungkan dalam 5 hari pertemuan, dengan asusmsi 2 sesi di gabungkan dalam 1 hari. Kegiatan ini dilakukan di KUA
  • Kegiatan Premarital dalam bentuk diskusi kelas Remaja laki-laki sebanyak 20 sesi (10 sesi kelas remaja laki-laki, 10 sesi kelas remaja perempuan). Kegiaan dilakukan di Desa Sidomulyo bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sidomulyo. Fasilitator kegiatan adalah Rifka, KUA dan fasilitator komunitas.
  • Koordinasi rutin dengan KUA dan pemerintah Desa Sidomulyo.
  • Pertemuan rutin dan Penguatan Kapasitas Fasilitatorkomunitas (Dibantu oleh PO).
Senin, 29 April 2019 13:57

Pelecehan Seksual di Tempak Kerja

Salam Rifka Annisa, kakak saya memiliki masalah di tempat kerja, yaitu mengalami perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh bosnya. Jadi kakak saya bekerja di sebuah rumah makan selama kurang lebih tiga bulan ini. Sejak awal bekerja, dia kurang nyaman dengan perlakuan yang diberikan oleh bos pemilik rumah makan. Bosnya memanggil dengan sapaan “say atau sayang”, kemudian sering bicara sambil sesekali merangkul. Tapi ketika kakak saya mengutarakan keberatan tersebut ke temannya, mereka bilang memang orangnya begitu, tidak perlu diambil hati. Jadi kakak saya akhirnya membiarkan perlakuan tersebut karena menurutnya pasti juga dilakukan ke karyawan-karyawan yang lain.

Sampai suatu hari ketika kakak saya hanya berdua dengan bos di ruang kantor pengola rumah makan, bos tersebut memeluk dari belakang, meremas payudara, dan berusaha mencium. Dan pada saat itu kebetulan istri bos tersebut masuk. Kakak saya berontak dan langsung lari dari sana. Saat dia lari karyawan yang lain melihat dan sempat memanggil-manggil. Sejak saat itu kakak saya tampak shock dan tidak berani kembali lagi ke rumah makan tersebut. Cerita dari peristiwa ini sudah beredar di rumah makan, tapi dengan versi bahwa kakak saya menggoda bos laki-lakinya.

Rasanya tidak adil kakak saya diperlakukan seperti itu. Apakah peristiwa ini bisa dilaporkan hukum? Mohon penjelasannya, terima kasih.

 

JAWAB

Salam Ibu, kami ikut bersedih dengan peristiwa yang menimpa kakak Ibu. Apa yang dialaminya adalah peristiwa pelecehan seksual. Hal ini telah terjadi sejak awal masuk, yaitu mendapat perlakuan berkonotasi seksual, berupa panggilan dan rangkulan, yang membuat kakak merasa tidak nyaman. Sayangnya, kakak tidak menyadari bahwa perlakuan tersebut adalah bentuk pelecehan ketika lingkungan di sekitar mengamini hal tersebut sebagai bentuk perilaku yang wajar. Padahal, ukuran pelecehan adalah pada diri kita sendiri. Ketika kita merasa tidak nyaman, maka perbuatan tersebut adalah bentuk pelecehan.

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tidak dikenal istilah pelecehan seksual. KUHP hanya mengenal istilah perbuatan cabul, yaitu merupakan perbuatan yang melanggar rasa kesusilaan, atau perbuatan lain yang sifatnya keji, dan semuanya dalam lingkungan nafsu birahi kelamin, seperti ciuman, meraba kemaluan, meraba payudara, dan sebagainya, dengan landasan tindakan tersebut tidak diinginkan oleh korban. Dengan demikian, unsur penting dari pelecehan seksual adalah adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang sifatnya seksual. Sehingga perbuatan seperti siulan, ungkapan verbal (kata-kata), sentuhan, atau apapun yang menurut umum dianggap wajar namun tidak dikendaki korban masuk dalam kategori pelecehan seksual. Pelaku pelecehan seksual dapat dijerat pasal 289 - 296 KUHP setelah bukti-bukti dirasa cukup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan melakukan dakwaan pada pelaku pelecehan seksual.

Pembuktian dalam hukum pidana termuat dalam pasal 184 UU No. 8 Tahun 1981 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) meliputi : keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Dalam kasus pelecehan seksual, harus dilengkapi minimal 2 (dua) alat bukti. Berdasarkan kronologi kasus yang Ibu ceritakan di atas, ada beberapa saksi terkait peristiwa pelecehan seksual tersebut, yaitu kakak sendiri sebagai saksi korban, bos sebagai pelaku pelecehan seksual, dan istri bos yang menyaksikan peristiwa tersebut, serta saksi petunjuk yaitu 

karyawan-karyawan yang melihat kakak atau bos masuk ke dalam ruangan, serta yang melihat kakak lari keluar. Selain bukti di atas, pada kakak juga dapat dilakukan pemeriksaan kejiwaan, visum et psikiatrikum, untuk melihat dampak peristiwa pelecehan seksual.

Pada dasarnya, kasus ini dapat dilaporkan secara hukum ke kantor Polsek atau Polres terdekat. Yang penting perlu dipersiapkan adalah kesiapan mental dari kakak untuk menghadapi proses hukum tersebut dengan berbagai konsekuensinya. Misalnya, bahwa dia harus menceritakan dengan detil peristiwanya di hadapan penyidik kepolisian, serta apabila dianggap memenuhi unsur dan cukup alat bukti proses hukum dan proses hukum berlanjut, maka harus siap juga menceritakan di depan majelis hakim. Termasuk konsekuensi jika keluarga mendapatkan ancaman maupun teror dari pihak-pihak yang tidak senang dengan adanya proses hukum tersebut. Namun, bagaimanapun kakak memiliki hak untuk mendapat keadilan atas peristiwa ini.

Sebaiknya keluarga mengakses lembaga layanan, agar kakak juga mendapatkan layanan pemulihan dan penguatan secara psikologis. Di setiap kabupaten/kota/propinsi ada lembaga layanan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) milik pemerintah, yang memiliki layanan pendampingan hukum dan psikologi untuk perempuan dan anak korban tindak kekerasan, serta tidak berbayar. Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu.

34161627
Today
This Week
This Month
Last Month
All
1536
1536
98220
189698
34161627