Modul Kegiatan Diskusi 2 Jam Untuk Komunitas Penyadaran Gender Untuk Laki-laki

Modul Kegiatan Diskusi 2 Jam Untuk Komunitas: Penyadaran Gender Untuk Laki-laki

Deskripsi:

Penulis: Rifka Annisa WCC
Isi: 48 Halaman
Tahun Terbit: 2012

Sinopsis:

Modul ini dimaksudkan untuk menyediakan bahan rujukan untuk pendidikan gender bagi komunitas laki. Selain penyadaran modul ini juga diharapkan dapat dijadikan panduan fasilitator untuk mendorong perubahan kecil perilaku laki-laki dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan relasi dengan perempuan dan anak-anak di dalam rumah tangga.

Dengan mengacu kepada maksud di atas, maka modul ini disusun tematik. Penyusunan temanya berdasarkan isu atau masalah dalam kehidupan sehari-hari yang terkait peran laki-laki dan perempuan di dalam rumah.

Dengan menyusun secara tematik seperti ini, peserta diharapkan dapat belajar isu gender dari kehidupan sehari-hari dan pada saat yang sama peserta dapat memulai belajar peran dan pola relasi baru dengan perempuan dan anak di dalam rumah tangga.

Seperti dalam model-model pendidikan masyarakat lainnya, Prinsip-prinsip belajar orangdewasa menjadi pendekatan yang dianut oleh modul ini yang berarti menjadikan pengalaman peserta sebagai pijakan pembelajaran. Maka metode-metode yang populer dalam pendidikan orang dewasa sangat dianjurkan untuk digunakan oleh fasilitator.

Modul ini juga menekankan proses refleksi atau menciptakan ruang untuk merenungkan sikap dan perilaku fasilitator dan peserta terkait dengan isu-isu gender. Maka fasilitator memiliki peran penting untuk mendorong terjadinya proses refleksi ini sehingga fasilitator tidak saja berfungsi memandu jalannya proses akan tetapi fasilitator juga menjadi model bagi peserta. Proses refleksi ini juga penting untuk memulai proses perubahan tidak saja pada level pengetahuan akan tetapi juga sikap dan perilaku.

Penyadaran gender bagi kelompok laki-laki kadangkala menimbulkan respon penolakan atau resistensi bagi laki-laki. Hendaknya fasilitator menyadari hal ini sejak awal dan mempersiapkan diri untuk dapat merespon setiap penolakan dan oposisi secara baik. Penolakan ini karena dalam proses penyadaran gender untuk laki-laki pada dasarnya adalah proses kritik terhadap previlege dan kekuasaan laki-laki sehingga laki-laki tidak semua dapat menerima proses ini secara terbuka.

Pendekatan umum lainnya yang dianut dalam modul ini adalah pendekatan yang mendorong peserta untuk melihat konsekwensi negatif dari keyakinan-keyakinan lama terkait dengan gender dan pada saat yang sama melihat konsekwensi positif dari pengadopsian nilai-nilai baru yang adil dan setara. Tantangan bagi fasilitator adalah untuk dapat memunculkan konsekwensi positif dari setiap perubahan yang diusung oleh modul ini. Tantangan terberat fasilitator adalah bagaimana mendorong peserta dapat melihat konsekwensi positif yang
bersifat immateri tersebut, hal ini mengingat kecenderungan peserta dan orang pada umumnya lebih mudah melihat keuntungan-keuntungan yang bersifat material.

Tema-tema dalam modul ini disusun melalui proses yang sangat singkat dan belum melalui proses diskusi yang mendalam. Diasumsikan praktek-praktek di lapangan oleh fasilitator menjadi bagian penting dari proses penyusunan modul ini.

Oleh karena itu modul ini harus dilihat sebagai sebuah modul yang hidup sehingga menjadi modul yang dinamis dan terbuka dan mendorong partisipasi semua pihak untuk ikut andil dalam proses pengembangannya ke depan.

Modul Lainnya

Modul Edukasi Kesehatan dan Gender Bagi Perempuan

Modul Konseling Perempuan Penyintas KDRT bagi Petugas KUA dan BP4

Modul Diskusi Komunitas untuk Remaja Laki-laki

Panduan Adaptasi & Implementasi (Perangkat Konseling Laki-laki)

Buku Panduan Konseling Berperkspetif Feminis