Modul Diskusi Komunitas untuk Kelas Ibu

Modul Diskusi Komunitas untuk Kelas Ibu

Deskripsi:

Penulis: Rina Eko Widarsih, Nurul Kodriati, Fitri Indra Harjanti
Isi: 148 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: Rifka Annisa WCC

Sinopsis:

Di dunia, data IMAGES (International Men and Gender Survey) menunjukkan laki-laki yang menggunakan kekerasan fisik terhadap pasangannya naik dari 20 % menjadi 50 %. Riset juga memperlihatkan kecenderungan anak mencontoh pada sifat dan perilaku orangtua di rumah berkontribusi pada perkembangan emosi anak.

Hasil penelitian kualitatif yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender Universitas Indonesia pada tahun 2013 di wilayah intervensi program Laki-Laki Peduli di Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur menunjukkan kekerasan yang dialami masa anak-anak membentuk pribadi yang mempunyai emosi tidak stabil dan akan memiliki kecenderungan menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan.

Modul Diskusi Komunitas – Program Laki-Laki Peduli adalah salah satu upaya untuk menjawab persoalan bahwa membahas isu-isu gender perlu melibatkan laki-laki. Laki-laki muda membutuhkan contoh dan panutan yang menggambarkan citra seorang laki-laki tanpa kekerasan, membuat definisi ulang mengenai maskulinitas yang dimaknai sebagai dominasi. Kekerasan adalah ekspresi maskulinitasnya ketika berinteraksi dengan perempuan, anak, dan laki-laki lain.

Penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang besar dari keluarga yang mampu mengelola amarah, menunjukan kasih sayang dan kedekatan emosional akan tumbuh menjadi anak yang penuh empati terhadap sesama, berkontribusi untuk komunitas sekitarnya, dan menunjukan kesehatan mental yang lebih baik tanpa kekerasan.

Program Laki-Laki Peduli diadaptasi dan dikembangkan dari prinsip kampanye global Men Care+ yang secara internasional diimplementasikan di empat negara yaitu Indonesia,Brazil, Rwanda, dan Afrika Selatan. Program ini diciptakan untuk melibatkan laki-laki berusia antara 15 – 35 tahun, yang dikembangkan di Lampung, Jakarta, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelibatan laki-laki remaja dan laki-laki dewasa sangatlah penting demi meningkatkan hak dan kesehatan seksual dan reproduksi perempuan dan laki-laki, menurunkan kekerasan berbasis gender, dan membangun hubungan antara laki-laki dan perempuan atau sesama laki-laki yang saling menghormati.

Laki-laki suatu saat dalam hidupnya akan menjadi suami, ayah, atau paman. Untuk itu Program Laki-Laki Peduli hadir untuk memberikan pengetahuan baru, mempersiapkan mereka kelak menjadi laki-laki yang peduli dan bertanggung jawab sehingga ada perubahan nilai di masyarakat ketika laki-laki mempunyai peran untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan juga angka kematian ibu.

Modul ini ditujukan terutama untuk calon fasilitator, baik dari LSM maupun dari komunitas setempat. Modul ini bukanlah sebuah dokumen yang berisi semua informasi yang diperlukan oleh fasilitator. Oleh karena itu, fasilitator tetap direkomendasikan untuk membaca sumber referensi lainnya. Selain itu, modul ini memberikan alur yang komprehensif dan sistematis yang merupakan satu rangkaian tahap demi tahap untuk memahami bagaimana dinamika yang terjadi pada laki-laki terkait konsep dirinya sebagai laki-laki dan bagaimana mereka memandang hubungannya dengan perempuan, untuk kemudian membongkar nilai-nilai maskulinitas lamanya dan menawarkan nilai-nilai baru yang lebih berperspektif adil gender dan anti-kekerasan terhadap perempuan.

Sangat disarankan untuk membaca modul ini secara keseluruhan terlebih dahulu sebelum memulai sesi pelatihan. Setelah mendapat gambaran secara umum, silakan untuk mengikuti tahap demi tahap dalam melakukan sebuah sesi. Selain itu, bekal pemahaman dan keterampilan yang lebih luas dengan cara membaca referensi yang sesuai akan sangat membantu untuk lebih menghidupkan suasana pelatihan. Modul ini digunakan dengan selalu mengingat prinsip pembelajaran orang dewasa yang partisipatif, reflektif, dan self
assessment. Kemampuan fasilitator untuk menggali informasi dan pengalaman peserta, membantu peserta berefleksi, serta memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari akan sangat membantu mengoptimalkan fungsi dari modul ini.

Modul ini terdiri dari 14 sesi yaitu: 

A. Pengantar (Perkenalan Program)
B. Seks dan Gender
C. Perempuan dan Budaya Patriarkhi
D. Menjadi Perempuan
E. Komunikasi Sehat
F. Berbagi Peran
G. Relasi Sehat Tanpa Kekerasan
H. Menjadi Ibu dan Pengasuhan
I. Pengasuhan Anak
J. Kesehatan Reproduksi
K. Merencanakan Keluarga
L. Kesehatan Ibu dan Anak
M. Mengelola Keuangan
N. Penutup

Modul Lainnya

Modul Diskusi Komunitas Pencegahan KBG Kelompok Remaja laki-laki

Modul Desa Berseri: Bebas Kekerasan Perempuan & Anak Semakin Maju dan Mandiri

Modul Diskusi Komunitas untuk Remaja Laki-laki

Modul Training Konseling Pasangan bagi petugas KUA dan BP4

Buku Panduan Pengorganisasian Komunitas Berperkspektif Feminis