Modul Diskusi Komunitas Kelompok Remaja Laki-Laki merupakan panduan fasilitasi yang dirancang yayasan pulih untuk mendukung proses pembelajaran partisipatif bagi remaja laki-laki dalam membangun kesadaran tentang kesetaraan gender, relasi yang sehat, serta pencegahan kekerasan berbasis gender. Kami, Rifka Annisa WCC memfasilitasi modul ini agar audiens, melalui pendekatan reflektif dan berbasis pengalaman, modul ini mendorong peserta untuk mengenali nilai-nilai maskulinitas yang positif, menghormati hak asasi manusia, dan mengembangkan sikap yang mendukung terciptanya lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan.
Materi dalam modul disusun secara bertahap dan mencakup berbagai isu yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti konsep diri, identitas laki-laki, budaya patriarki, komunikasi yang sehat, pengelolaan emosi, pencegahan perundungan dan kekerasan dalam pacaran, kesehatan seksual dan reproduksi, penggunaan media sosial secara bijak, hingga perencanaan masa depan dan penguatan peran remaja sebagai agen perubahan. Setiap sesi dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, metode fasilitasi, aktivitas partisipatif, serta panduan refleksi yang dapat diterapkan dalam kegiatan komunitas.
Modul ini menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif yang menempatkan remaja sebagai subjek pembelajaran. Melalui diskusi kelompok, permainan, simulasi, studi kasus, dan latihan praktik, peserta diajak untuk berpikir kritis terhadap norma gender yang tidak setara, membangun keterampilan komunikasi, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, serta mengembangkan sikap saling menghormati dalam relasi dengan teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat.
Modul ini ditujukan bagi fasilitator, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, komunitas, maupun institusi yang mengembangkan program pemberdayaan remaja dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Sebagai sumber belajar yang aplikatif, modul ini diharapkan dapat mendukung tumbuhnya generasi muda laki-laki yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan berperan aktif dalam mewujudkan relasi yang setara serta kehidupan yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui Modul Diskusi Komunitas Kelompok Remaja Laki-Laki, proses pendidikan dan pemberdayaan remaja dapat diarahkan pada pembentukan pemahaman yang lebih kritis mengenai gender, maskulinitas, dan pencegahan kekerasan. Modul ini dapat menjadi referensi bagi fasilitator dalam menyelenggarakan diskusi remaja laki-laki yang aman, inklusif, dan mendorong keterlibatan aktif peserta. Pembahasan mengenai relasi sehat, kesetaraan gender, kesehatan reproduksi, pengelolaan emosi, serta pencegahan kekerasan dapat membantu remaja mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual, modul ini juga mendukung upaya membangun lingkungan pergaulan yang saling menghormati, mencegah perilaku kekerasan, serta mendorong remaja laki-laki menjadi bagian dari perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih setara, aman, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.




