Modul Diskusi Komunitas Kelompok Ayah/Laki-Laki Dewasa merupakan panduan pembelajaran yang dirancang oleh yayasan pulih dan Rifka Annisa WCC untuk memfasilitasi proses diskusi bersama ayah dan laki-laki dewasa dalam membangun relasi yang setara, pengasuhan positif, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Modul ini menggunakan pendekatan transformasi gender yang mengajak peserta merefleksikan pengalaman hidup, memahami konstruksi sosial mengenai maskulinitas, serta mengembangkan praktik-praktik yang lebih adil dalam keluarga dan masyarakat.
Materi disusun secara bertahap melalui 25 sesi yang mencakup konsep diri, gendr dan seksualitas, budaya patriarki, pengasuhan anak sesuai tahap perkembangan, komunikasi sehat, relasi tanpa kekerasan, kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, pengelolaan keuangan keluarga, hingga penguatan kapasitas laki-laki sebagai agen perubahan di komunitas. Setiap sesi dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, metode fasilitasi, materi diskusi, dan aktivitas partisipatif yang mendorong refleksi serta perubahan perilaku.
Modul ini ditujukan bagi fasilitator, organisasi masyarakat sipil, lembaga layanan, komunitas, maupun institusi yang mengembangkan program pelibatan laki-laki dalam mewujudkan kesetaraan gender dan keluarga yang bebas dari kekerasan. Dengan pendekatan yang interaktif dan berbasis pengalaman, modul ini menjadi sumber belajar yang mendukung terciptanya laki-laki yang lebih peduli, terlibat dalam pengasuhan, menghormati hak-hak perempuan dan anak, serta berperan aktif dalam membangun perubahan sosial yang berkeadilan gender.
Melalui Modul Diskusi Komunitas Kelompok Ayah/Laki-Laki Dewasa, peserta dapat memperoleh ruang belajar untuk memahami peran laki-laki dalam keluarga serta membangun keterlibatan yang lebih aktif dalam pengasuhan anak. Pembahasan mengenai kesetaraan gender, maskulinitas, komunikasi keluarga, kesehatan reproduksi, pengelolaan keuangan, dan pencegahan kekerasan membantu peserta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Modul ini juga dapat menjadi referensi dalam program pemberdayaan laki-laki, pendidikan keluarga, pelibatan ayah dalam pengasuhan, dan pencegahan kekerasan berbasis gender di masyarakat. Dengan mendorong refleksi terhadap norma dan peran gender, kegiatan dalam modul mendukung terciptanya relasi keluarga yang lebih sehat, setara, dan saling menghormati, sekaligus memperkuat peran ayah dan laki-laki dewasa sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.



