Buku Panduan Penyelenggaraan Media Kampanye

Buku Panduan Penyelenggaraan Media Kampanye: Gerakan Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Deskripsi:

Penulis: Equatori Prabowo, Erlina Rakhmawati, Rachmat Juhandi, Ramdhan Taufik
Isi: 67 Halaman
Tahun Terbit: 2015
Penerbit: Rifka Annisa dengan dukungan dari Program MAMPU

Sinopsis:

Kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan merupakan persoalan yang terjadi di berbagai aspek ke-
hidupan masyarakat. Apa yang diangkat di media massa dipastikan hanya sebagian kecil saja dari perso-
alan-persoalan perempuan. Sebagai masalah budaya, kekerasan tentu saja bisa dihentikan oleh manusia sebagai pengampu kebudayaan. Namun dengan perkembangan dunia yang kapitalistik dan patriarkis, nilai-
nilai yang berkembang di masyarakat didominasi oleh pikiran dan tindakan yang melakukan kekerasan terhadap perempuan. Nilai-nilai yang tidak berkeadilan gender dan persepsi yang misoginis ditumbuhkembangkan terutama oleh media massa.

Setidaknya ada 4 wilayah pemahaman isu oleh masyarakat terkait persoalan-persoalan perempuan di Indonesia:

1. Isu emansipasi dan partisipasi sosial perempuan di masyarakat. Ini isu umum yang dimanifestasikan melalui ketokohan R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan Tjut Nyak Dien. Perempuan Indonesia didorong untuk ambil bagian dalam posisi dan profesi yang sama dengan laki-laki.

2. Isu kekerasan terhadap perempuan. Kasus kekerasan yang dialami TKW dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah isu pokok yang paling sering diangkat.

3. Isu ketidakadilan berbasis gender dalam berbagai sektor dan nilai budaya. Penafsiran ajaran agama yang melahirkan ketidakadilan menjadi isu paling umum di ranah pengetahuan masyarakat. Tema lain adalah kekerasan yang dilahirkan oleh adat istiadat etnis, terutama dalam soal pernikahan.

4. Isu dekonstruksi dan kritik atas maskulinitas dan pelibatan laki-laki dalam mewujudkan kehidupan yang berkeadilan gender. Isu pelibatan laki-laki dalam menghapus kekerasan berbasis gender adalah isu bungsu, baru dikenal umum, yang berkembang mulai tahun 2000an.

Secara berurutan, pengetahuan akan 4 wilayah isu itu sering menjadi wacana yang tiada hentinya. Saat sektor privat, komunal, profesi, dan birokrasi negara sudah sulit dipercaya bisa melahirkan perubahan ke arah yang lebih adil terhadap perempuan, maka aktivisme dengan pikiran-pikiran kritisnya menjadi pilihan paling baik. Tentu saja dengan persoalan-persoalan yang melilit pada aktivis dan LSM/NGO,diperlukan strategi yang lebih terarah dan intensif dalam menyuarakan danmelakukan perubahan sosial.

Penggalangan solidaritas sosial, pengelolaan dana mandiri oleh dan untuk aktivis, peningkatan wawasan dan keterampilan, serta keterbukaan wacana dan kritikdi kalangan LSM/NGO bisa menjadi beberapa hal yang pantas untuk diperjuangkan sebagai bagian dari peningkatan kekuatan internal gerakan sosial. Di tingkat individu aktivis, perlu peningkatan minat belajar untuk merumuskan kembali hakikat dan arah gerakan sosial.

Perluasan pelibatan masyarakat pada gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dapat memberi dukungan pada upaya penghapusan kekerasan dan dukungan pada aktivis dan aktivisme. Perluasan isu ini dapat dilakukan secaraterus-menerus melalui sosialisasi dan kampanye dengan berbagai bentuk media populer,baik yang bersasaran personal, komunal, segmental, nasional, maupun internasional.

Buku ini dibuat untuk menambah kelengkapan penyiapan penyelenggaraan kampanye untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan. Disarikan dari catatan pengalaman dan proses berbagai penyelenggaraan media kampanye tema serupa, panduan ini bersifat strategis, untuk melengkapi kemampuan teknis penyelenggaraan media kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan yang di setiap daerah berbeda cara, teknik, dan bentuknya.

Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan kreativitas penggunaan media kampanye dan bukan petunjuk teknis produksi. Ada beberapa latihan yang dianjurkan pada tim kreatif media, meliputi pemahaman tentang kekerasan berbasis gender, latihan kepekaan pada penyimbolan, dan latihan memahami kampanye sebagai proses komunikasi. Semoga bermanfaat!!

Modul Lainnya

Modul Diskusi Komunitas untuk Kelas Remaja Perempuan

Buku Panduan Konseling Berperkspetif Feminis

MODUL DISKUSI KOMUNITAS KELOMPOK IBU/PEREMPUAN DEWASA (EDISI 2 - REVISI) (PROGRAM PREVENTION+)

Panduan Konseling (Perangkat Konseling Laki-laki dalam Konteks KDRT)

Modul Diskusi Komunitas untuk Remaja Laki-laki