Upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan telah menjadi kepedulian pemerintah dan masyarakat Indonesia. Upaya ini didorong dengan semakin meningkatnya pengetahuan dan kesadaran berbagai pihak bahwa kekerasan terhadap perempuan telah membawa dampak yang sangat merugikan bagi perempuan khususnya, dan umat manusia pada umumnya.
Sehubung dengan meningkatnya kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, lahir pula kepedulian untuk mendirikan berbagai pusat krisis bagi perempuan korban kekerasan di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran pusat-pusat krisis ini dianggap telah menjadi sarana yang cukup efektif untuk memberikan pendampingan hukum, medis, maupun psikologis bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Sebagian besar pusat krisis ini juga nerupakan sarana pemberdayaan bagi perempuan yang mengalami kekerasan karena disana korban berada dalam proses mengatasi krisis secara independen dan memutuskan langkah-langkah apa saja yang akan mereka ambil.
Pusat krisis yang telah ada antara lain: pusat krisis berbasis kelembagaan (institusi), pusat krisis berbasis rumah sakit, pusat krisis terpadu antara WCC, Rumah Sakit dan kepolisan, dan pusat krisis berbasis komunitas.
Sayangnya, jumlah pusat krisis di Indonesia masih sangat terbatas, dan sebagian besar terkonsentrasi di kota-kota besar sehingga tingkat jangkauan pelayanannya pun sangat terbatas. Dengan keterbatasan layanan ini banyak sekali perempuan korban kekerasan yang harus menanggung sendiri krisisnya tanpa mampu mendapat pendampingan. Untuk itu diperlukan lebih banyak inisiatif untuk mengembangkan pusat-pusat krisis agar sesuai dengan berbagai kebutuhan korban serta mampu diakses oleh lebih banyak perempuan korban kekerasan.
Salah satu wujud inisiatif masyarakat dalam mengembangkan pusat krisis ini adalah adanya pusat krisis berbasis komunitas. Kehadiran pusat krisis berbasis komunitas merupakan satu strategi untuk menjembatani gap tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan terbatasnya jumlah pusat krisis yang telah ada. Pusat krisis berbasis komunitas merupakan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan dan dikelola sendiri oleh komunitas.




