Screenshot 2026-10-05 100011

Modul Konseling Pasangan

Deskripsi:

Penulis: Indiah Wahyu Andari Fitri Indra Harjanti
Isi: 86 Halaman

Sinopsis:

Terwujudnya kebahagian rumah tangga merupakan dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Hubungan yang harmonis antara suami-istri akan memungkinkan pasangan ini tumbuh dan mengatasi setiap persoalan dengan baik, juga memungkinkan terciptanya lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak. Sistem dan tatanan social di lingkingan pergaulannya dapat berhalan dengan baik, dan pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Namun tidak semua pasangan dengan mudah mewujudukan kondisi keharmonisan tersebut. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat dalam Catatan Tahunan (Catahu) tahun 2014, ada pengaduan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Relasi Nasional sebanyak 11. 719 kasus di seluruh Indonesia. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 17% dari tahun sebelumnya.

jumlah keseluruhan tersebut terdiri dari kekerasan terhadap istri 64% kekerasan dalam pacaran 21%, kekerasan terhadap anak perempuan 7%, kekerasan dari mantan suami 1%, kekerasan mantan pacar 1% dan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga ada 23 kasus. Dalam mayoritas kasus kekerasan dalam rumah tangga dan relasi personal, perempuan menjadi penyintas atau orang yang mengalami dampak negatif dari peristiwa kekerasan.Dalam bangunan konstruksi budaya masyarakat, perempuan dan laki-laki dibedakan tidak hanya berdasarkan perbedaan jenis kelamin biologis saja. Perbedaan Tugas, peran sosial, adat tradisi serta harapan yang berbeda juga diletakkan pada laki-laki dan perempuan kemudian, yang melekat pada suatu budaya tertentu. Perbedaan secara sosial inilah kemudian yang disebut sebagai gender. Kosakata gender disinggung pertama kali olej Ann Oakley (1987) untuk membedakan seks (jenis kelamin) secara biologis dan kenyataan sosial budaya atas seks laki-laki dan perempuan.

Stereotype atau label yang sangat kuat pada laki-laki dan perempuan ini mempengaruhi pola pengasuhan yang diterapkan diberbagai budaya. menurut Hurlock (1980) lama sebelum tahun pertama berakhir, penggolongan peran seks sudah meluas sampai pengaturan kamar bayi, pakaian yang dikenakan, dan yang terpenting adalah cara bayi diperlakukan. Menurut peran seks yang stereotype bagi laki-laki, mandiri adalah wajar bagi anak laki-laki, sedangkan sikap tergantung adalah wajar bagi anak perempuan.

Modul Lainnya

Modul Diskusi 2 Jam di Komunitas

MODUL DISKUSI KOMUNITAS KELOMPOK REMAJA PEREMPUAN (EDISI 2 - REVISI) (PROGRAM PREVENTION+)

Modul Pendidikan Kesetaraan Gender untuk Remaja

Panduan Gender Transformative Approach untuk Pemerintah, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Lembaga Swadaya Masyaraka

Modul Training of Trainers (TOT) Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI)