Screenshot (52)(1)

Konseling Berperspektif Gender untuk Perempuan Korban Kekerasan

Deskripsi:

Penulis: Eli Nur Hayati
Isi: 46 Halaman
Tahun Terbit: 2016
Penerbit: Rifka Annisa WCC

Sinopsis:

Secara garis besar, konseling merupakan perpaduan dari teknik komunikasi mewancarai dan teknik pemecahan masalah. Mewancarai bertujuan untuk mendapat informasi yang komprehensif mengenai klien dan permasalahannya, sedangkan teknik pemecahan masalah merupakan eksplorasi untuk menjajaki alternatif solusi yang paling tepat dan memadai. Dengan demikian, konseling adalah sebuah proses pemberian bantuan yang sebaiknya dilakukan oleh mereka yang telah terlatih sehingga mampu memimpin proses konseling secara memadai.

Buku ini merupakan edisi revisi dari publikasi sebelumnya yang berjudul “Konseling Berwawasan Gender: Panduan untuk Pendamping Perempuan Korban Kekerasan,” yang diterbitkan oleh Rifka Annisa sejak tahun 1999 dan 2002. Revisi  buku ini dilakukan berkenaan dengan makin banyaknya permintaan baik dari para praktisi pendamping maupun akademisi, terutama dari disiplin ilmu psikologi, sebagai pihak yang ada di pintu pertama penerima pengaduan dari korban. Banyaknya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang terungkap membutuhkan lebih banyak tenaga layanan dengan keterampilan dan keilmuan yang memadai.

Terlebih lagi, sejak tahun 2000 Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan untuk merespons korban kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Oleh karena itu, keberadaan buku yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi akademisi, praktisi, maupun para pemerhati pemberdayaan perempuan dan relawan pemberi bantuan bagi perempuan.

Modul Lainnya

Modul Diskusi Komunitas untuk Remaja Laki-laki

Modul Capacity Building Petugas Ruang Penanganan Khusus (RPL) di Kepolisian Tingkat Polda DIY

Panduan Pengembangan Pusat Krisis Berbasis masyarakat

Modul Diskusi 2 Jam di Komunitas

Modul Training Konseling Bagi Pendamping Perempuan korban Kekerasan