Events Calendar

Seminar Publik dan Lokakarya Konsultatif dengan Men Engage Alliance Mencegah Kekerasan Berbasis Gender dan Fundamentalisme serta Mempromosikan Maskulinitas yang Positif dengan Melibatkan Laki-Laki Bersama dengan Perempuan
Saturday 21 October 2017, 08:30am - 05:00pm
Hits : 158
Contact Henny Irawati 08111393999

Saat ini, isu kekerasan berbasis gender (KBG) di Indonesia dan bagaimana melibatkan laki-laki dewasa dan remaja laki-laki untuk menghentikan norma dan praktik yang berbahaya, bukanlah sebuah inisiatif baru. Pendekatannya adalah dengan melibatkan individu, komunitas, institusi dan negara. Kegiatan ini pada dasarnya dilakukan untuk mendorong laki-laki untuk berperan aktif dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki lainnya, dengan mengubah norma maskulinitas yang berkontribusi pada ketidaksetaraan gender dan kekerasan terhadap perempuan, laki-laki lain, dari semua jender dan keragaman seksual. Laki-laki yang pada umumnya dianggap sebagai sumber kekerasan berbasis gender sekarang terlibat dan diharapkan dapat memperbaiki strategi untuk mencapai kesetaraan jender dan menjadi agen perubahan.

Acara ini lahir dari kolaborasi dan inisiatif antara RutgersWPF Indonesia, Aliansi Laki-Laki Baru (dan Men Engage Alliance (Aliansi Laki-Laki Terlibat). Lembaga yang memusatkan perhatian pada keterlibatan remaja laki-laki dan laki-laki dewasa untuk mempromosikan kesetaraan jender. Men Engage Alliance adalah jaringan internasional dengan lebih dari 700 organisasi masyarakat sipil (OMS) melintasi 70 negara di 8 wilayah dunia yang mengimplementasi, meneliti dan mengadvokasi pendekatan transformatif gender untuk melibatkan laki-laki dewasa dan remaja laki-laki dalam kesetaraan jender.

Perempuan dan remaja perempuan terutama menderita akibat dampak negatif fundamentalisme agama, khususnya terkait dengan kesehatan seksual dan hak reproduksi mereka. Tubuh perempuan selalu dikaitkan dengan kemurnian dan pemurnian agama, atas nama agama dan konservatisme untuk mengendalikan seksualitas perempuan dan hak reproduksi. Badan-badan perempuan digunakan untuk bertindak sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan dan tindakan politik, yang bertujuan untuk memperoleh kekuasaan dan perluasan kontrol sosial. Kebijakan berdasarkan moralitas atas nama agama, sering memndiskriminasi, memarjinalkan dan menimbulkan kekerasan serta membahayakan hak mengenai hak perempuan dan kesehatan reproduksi.

Menantang norma jender yang berbahaya seputar maskulinitas patriarki sangat penting untuk mencapai kesetaraan jender. Kami juga percaya akan penggunaan pendekatan transformatif gender untuk mengubah norma dan nilai sosial yang memungkinkan kekerasan berbasis gender, dan mendorong perhatian, rasa hormat, dan persamaan.

II. Objektif dari Seminar:

1.        Membahas tentang masalah seputar dampak fundamentalisme terhadap keadilan dan kesetaraan jender serta penghapusan kekerasan terhadap kelompok yang terpinggirkan.

2.        Membahas strategi utama dalam melibatkan laki-laki dewasa dan remaja laki-laki dalam pencegahan KBG dan bagaimana mencari komitmen dari gerakan pemerintah dan masyarakat sipil untuk mengimbangi dan mencegah percepatan dari maskulinitas yang berbahaya (seputar radikalisme dan fundamentalisme) di Indonesia.

3.        Merumuskan rekomendasi dan rencana aksi.

III. Kegiatan

Rutgers Indonesia, bersama dengan Yayasan Pulih, Damar, Pusat Krisis Perempuan Rifka Annisa, Rahima dan Aliansi Laki-Laki Baru serta bekerja sama dengan Rutgers Netherlands, Promundo AS, Sonke Gender Justice and MenEngage Alliance, saat ini mengimplementasikan proyek "Prevention+", yang bertujuan untuk mempromosikan pendekatan transformatif jender dalam mengakhiri kekerasan berbasis gender. Isu-isu yang disebutkan di atas adalah isu yang juga program ini berusaha untuk bongkar, kerjakan, dan menemukan solusi inovatif untuk mencegah semua kekerasan berbasis gender yang "mengubah" (kekerasan/racun patriarkal) maskulinitas serta melibatkan laki-laki dewasa dan anak laki-laki.

Oleh karena itu Rutgers Indonesia, Laki-Laki Baru dan MenEngage Alliance melihat ini sebagai kesempatan untuk terlibat dan menjangkau audiens yang lebih besar di Yogyakarta, Indonesia dengan maksud untuk mengumpulkan wawasan, rekomendasi dan saran dalam memperkuat kerja pada pendekatan transformatif jender untuk melibatkan laki-laki dewasa dan remaja laki-laki dalam keadilan jender di Indonesia. Melalui dua acara setengah hari ini, kami ingin menggali lebih dalam mengenai konteks dan tantangan yang para aktivis, organisasi dan jaringan dengan fokus pada hak-hak perempuan, keadilan jender dan keadilan hadapi dalam konteks Indonesia. Acara ini selanjutnya akan membantu membongkar apa arti tantangan kontekstual ini ketika disangkutkan dengan aktor di negara ini dan bagaimana mereka bisa berkumpul untuk menyusun strategi serta menemukan cara untuk lebih memperkuat hubungan dan kemitraan.

Seminar Publik

Pada paruh pertama acara, kami akan menyelenggarakan seminar umum di mana akan mendiskusikan masalah, tantangan dan peluang untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender dan mengakhiri impunitas serta advokasi untuk hak perempuan dan keadilan jender. Acara ini akan menghasilkan penyusunan dokumen rekomendasi yang akan menjelaskan beberapa cara ke depan untuk organisasi dan peserta seputar memperkuat komitmen dan fokus pada hak-hak perempuan dan keadilan jender, khususnya pendekatan transformatif jender untuk melibatkan remaja laki-laki dan laki-laki dewasa. Ini akan diikuti dengan konferensi pers singkat.

III. Objektif dari Lokakarya Konsultatif:

1.        Membahas bagaimana melibatkan laki-laki dan bekerja di sekitar maskulinitas seharusnya merupakan pujian dan peningkatan penegakan wanita dan dengan bertanggung jawab.

2.        Memetakan isu strategis yang perlu diperhatikan dalam gerakan kesetaraan jender.

3.        Membahas potensi dari pendekatan transformatif gender dalam kerangka keadilan jender dan kerja sama dengan organisasi perempuan untuk mencapai keadilan jender.

IV. Agenda

Waktu Aktivitas Narasumber
08.00- 08.30 Registrasi
08.30 – 09.00

Pidato Pembukaan

1.        Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

2.        Men Engage Alliance

3.        Rutgers WPF Indonesia

1.        Muhammad Ihsan, S.Ag, MA

2.        Jennifer Rodriguez

3.        Lany Harijanti

09.00 – 10.30 Dampak Fundamentalisme pada Kekerasan Berbasis Gender dan Keadilan Gender

Moderator: Jennifer Rodriguez

1.        Hafizen (Wahid Institute, Indonesia)

2.        Hafsa Mazhar (Rutgers Pakistan)

3.        Anthony Kiddie (ABBAD, Lebanon)

4.       AD Eridani (Rahima, Indonesia)

10.30 – 12.00 Pendekatan dan Isu Strategis dalam Melibatkan Laki-Laki Dewasa dan Remaja Laki-Laki dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender untuk Melawan Fundamentalisme

Moderator: Syaldi Sahude

1.        Muhammad Ihsan (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

2.        Nur Hasyim (Aliansi Laki-Laki Baru)

3.        Mariana Amiruddin (Komnas Perempuan)

4.       Jennifer Rodriguez (Men Engage Alliance)

12.00 – 12.30 Istirahat (konsolidasi)
12.30 – 13.00 Rekomendasi (konferensi pers)

RutgersWPF Indonesia

Aliansi Laki-Laki Baru

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

13.00 – 14.00 Istirahat makan siang  
14.00 – 14.30 Refleksi dan latar belakang dari lokakarya konsultatif Jennifer Rodriguez dan Siska Noya
14.30 – 16.00

Diskusi World Café:

1.        Pekerjaan melibatkan laki-laki dan anak laki-laki untuk mencegah KBG

2.        Akuntabilitas

3.        Advokasi

Moderators:

Siska Noya

Nurhasyim

Jennifer Rodriguez

16.00 – 16.15 Coffee Break
16.15 – 17.00 Pleno dan sorotan strategi  
Location Hotel Santika, Yogyakarta